Mahathir Sebut Pak Harto Pemimpin Besar dan Negarawan Internasional
NU Online · Senin, 28 Januari 2008 | 04:26 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Muhamad menyebut almarhum mantan Presiden RI H.M. Soeharto sebagai pemimpin besar dan negarawan internasional.
"Kami memandang dia (Pak Harto) sebagai seorang pemimpin besar dan sebagai negarawan internasional. Bagi saya, ini sungguh personal. Saya kenal dia dan sudah bekerja dengan dia dalam waktu yang sangat lama," terang Mahathir seperti dilansir harian Malaysia The Star, Senin (28/1).<>
Sosok yang dijukuli Soekarno Kecil itu menyatakan bahwa Malaysia berhutang budi kepada Pak Harto karena perannya dalam mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Malaysia sejak dia menjabat sebagai Presiden RI.
Mantan pemimpin negeri Jiran itu mengungkapkan, selain dianggap sebagai teman pribadinya, Pak Harto juga dianggap sebagai teman Malaysia.
"Saya menganggap dia sebagai teman Malaysia sekaligus teman pribadi," terang Mahathir.
Selain itu, Mahathir juga menilai Pak Harto atas keberhasilannya dalam proses pembangungan di Indonesia yang memiliki lebih dari 13 ribu pulau dengan jumlah populasi lebih dari 200 juta jiwa.
"Sekalipun Indonesia bukan sebuah (negara) demokrasi yang ideal selama pemerintahan Soeharto, namun fakta yang ada bahwa dia mampu membawa stabilitas bagi Indonesia. Tentunya ada sebuah harga yang mesti dibayar," kata Mahathir.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum mantan Presiden RI Soeharto dan seluruh rakyat Indonesia.
Pak Lah, demikian ia akrab disapa, mengungkapkan bahwa Pak Harto adalah tokoh yang berhasil membantu memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia dan mengatakan, wafatnya Pak Harto adalah kerugian besar bagi kedua negara.
"Malaysia menilai dengat sangat atas peranan yang dimainkan Soeharto dalam memajukan hubungan bilateral," kata Pak Lah.
"Hubungan tersebut telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi kedua negara. Kami berdoa semoga Allah merahmati jiwanya dan menempatkannya di antara (hamba-hamba-Nya) yang terahmati," terangnya. (dar)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua