Mahfud Wakili NU pada Seleksi Calon Hakim Mahkamah Konstitusi
NU Online Ā· Senin, 10 Maret 2008 | 23:39 WIB
Mahfud MD, Guru Besar Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, dapat dikatakan mewakili Nahdlatul Ulama (NU) pada seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia dinilai memiliki kecakapan intelektual di bidang hukum yang tidak bisa diragukan lagi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pers dan Komunikasi, Wahyudi Gozali, di Jakarta, Senin (10/3) seperti ditulis gp-ansor.org. āDia memiliki integritas dan kapabelitas yang bagus,ā ujarnya.<>
Seleksi calon hakim MK secara resmi digelar di Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (10/3). Seleksi itu dipimpin langsung Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan.
Sebanyak 17 calon mengikuti tes pembuatan makalah tentang visi hakim konstitusi ke depan. Temanya meliputi MK dan hukum tata negara di Indonesia yang sudah ditentukan DPR.
Ke-17 calon hakim itu, antara lain, Budiman NPD Sinaga (Dosen), Chairul Amin (Pengacara), Charles Sihombing SH (Pengacara), Deddy Ismatullah (Dosen), Haryono, (Hakim MK), Iskandar Khalil (Pengacara), Jimly Asshiddiqie (Hakim MK), Lafat Akbar (Pengacara), M Akil Mochtar (Anggota DPR), Moh Mahfud MD (Anggota DPR), Munir Fuady (Pengacara), Petrus CKL Bello (Pengacara), Ronny SH Bako (PNS Setjen DPR), Samsul Wahidin (Dosen), Sugianto (Dosen), Taufiqurrohman Syahuri (Dosen) dan Yusuf Fanie Andin Kasim (Anggota DPR).
Sementara, uji kecakapan dan kelayakan (fit and proper test) berupa tanya jawab akan dilaksanakan Selasa (11/3)āhingga Jumat (14/3) mendatang. Malam harinya akan langsung diumumkan pada 19.30 WIB.
Menurut Trimedya, Ketua MK Jimly Asshidiqqie dan Harjono tetap akan mengikuti tes meski tidak resmi. āIrvan Fachrudin mengundurkan diri karena sakit,ā ujarnya.
Dari pembuatan makalah itu, kata anggota Komisi III Agung Gunandjar Sudarsa, akan diketahui sejauhmana kemampuan materi hukum yang dipahami para calon. āKalau makalah mereka tidak pas dengan UUD dan UU MK, jangan-jangan mereka nanti keliru menafsirkan UU MK,ā katanya. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua