Surabaya, NU Online
Areal teras Masjid Al Akbar di kawasan Pagesangan, Kota Surabaya, dalam sepekan awal Ramadhan 1432 Hijriah tampak lebih ramai dibanding hari biasanya. Puluhan umat Muslim dari berbagai kalangan berkumpul di teras masjid untuk mengikuti kegiatan mengaji, sekaligus mengisi waktu menunggu berbuka puasa.
Namun, acara mengaji kali ini berbeda dari yang ada di masjid-masjid lain, karena dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas akses internet. Peserta tidak perlu harus membuka kitab suci Al-Qur'an atau buku agama, tapi cukup menggunakan laptop atau perangkat telepon pintar (smartphone) maupun gadget lainnya yang punya fasilitas internetan.<>
Program ngaji internet telah menjadi agenda rutin Masjid Al-Akbar Surabaya sejak dua tahun terakhir, khususnya di bulan Ramadhan. Kegiatan dilaksanakan setiap hari pada pukul 13.00-15.00 WIB dengan mendatangkan sejumlah ustadz sebagai pengasuh, salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Abdussomad Bukhori.
Dalam mengaji internet, pengelola Masjid Al Akbar bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) selaku penyedia jaringan internet, plus 20 unit laptop pendukung.
"Peminat program mengaji internet cukup banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Dari pengalaman tahun lalu, kami kemudian menggelar lagi tahun ini," kata Direktur Masjid Al Akbar, Endro Siswantoro
Menurutnya, berbagai topik aktual tentang keislaman bisa dibahas dalam kegiatan mengaji internet tersebut. Peserta tinggal membuka laman tertentu untuk menanyakan masalah itu kepada pengasuh pengajian.
Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua