MUI: Pelaku Nikah Siri Bisa Kena Sanksi
NU Online · Senin, 15 Februari 2010 | 21:05 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan, pelaku pernikahan yang menurut undang-undang tidak sah seperti pernikahan siri bisa dikenai sanksi. "Sesuai dengan fatwa yang diputuskan di Padangpanjang, Sumatra Barat, Januari 2009, dengan mengacu pada undang-undang perkawinan tahun 1974, sebuah pernikahan harus sah secara agama dan negara," kata Amidhan di Jakarta, Senin (15/2).
Kalau secara agama sah tapi negara tidak, maka bertentangan dengan undang-undang, ada sanksinya, katanya. Nikah siri adalah pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang modin dan saksi, tidak melalui Kantor Urusan Agama.<>
Lebih lanjut, Amidhan menjelaskan, undang-undang perkawinan memang tidak memuat aturan khusus tentang pernikahan siri namun ketentuan itu mewajibkan warga negara yang menikah melaporkan pernikahannya ke instansi terkait.
Meski secara agama sah, pernikahan siri tidak dicatatkan atau dilaporkan ke lembaga pencatatan negara. "Kalau tidak melaporkan pernikahan bisa kena hukuman pidana tiga bulan dan denda Rp7.500 kalau tidak salah," katanya.
Ketentuan itu, menurut Amidhan, sudah diterapkan sejak lama namun tidak ditegakkan pelaksanaannya. Demikian seperti dilansir Republika Online.
Berkenaan dengan hal itu Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya masih mengkaji pokok-pokok aturan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) Peradilan Agama Tentang Perkawinan yang antara lain membahas nikah siri, poligami dan kawin kontrak tersebut.
"Komisi VIII berhati-hati mengambil sikap dalam hal ini karena (nikah siri) memang tidak dilarang agama. Kami akan mengkaji sejauh mana pemerintah akan mengatur kehidupan pribadi warga dalam hal ini," katanya. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Tunda Amal Baik
2
Turut Berkhidmah di Muktamar, Banser Supangat Wafat; Ketum Ansor Janji Tanggung Pendidikan Anaknya hingga Perguruan Tinggi
3
Gus Ipul: Mekanisme Pemilihan Ketua Tanfidziyah Lewat AHWA Otomatis sampai Ranting
4
Bitcoin dalam Perspektif Fiqih: Harta, Alat Tukar, dan Hukum Transaksinya Sesuai Hasil Muktamar Ke-35 NU
5
Khutbah Jumat: Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
6
Gus Ipul Sebut Dua Kesuksesan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Terkini
Lihat Semua