Negeri Kaya Minyak Diminta Tingkatkan Investasinya di Negera Muslim
NU Online · Jumat, 1 Agustus 2008 | 12:48 WIB
Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda meminta negara-negara kaya minyak muslim untuk meningkatkan investasinya di negara yang berkembang yang juga didominasi oleh kaum muslimin.
“Kita mendorong mereka untuk meningkatkan investasinya di negara-negara Muslim,” katanya seusai penutupan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) III di Jakarta, Jum’at (1/8).<>
Anjuran ini terkait dengan upaya meredam konflik di negara berpenduduk muslim yang salah satu faktornya adalah kemiskinan. “Konflik bisa disebabkan oleh faktor ekonomi dan kemiskinan, bisa juga karena agresi seperti di Palestina,” terangnya.
Meskipun demikian, tak serta-merta masalah investasi ini dikaitkan dengan kesamaan agama. Ia juga meminta negara muslim meningkatkan daya saingnya sehingga investasi bisa masuk.
Sebelumnya dalam pembukaan ICIS, Rabu (30/7), Presiden Yudhoyono menjelaskan, meskipun mensuplai 70 persen kebutuhan energi dunia, 40 persen kebutuhan bahan mentah untuk industri, dan potensi pasar muslim sendiri mencakup 20 persen populasi dunia, kerjasama ekonomi di antara negara muslim masih sangat lemah. Total perdagangan antar negara muslim hanya 7 persen sedangkan total perdagangan dunianya hanya mencakup 13.5 persen di dunia. (mkf)
Terpopuler
1
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
2
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
3
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
4
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
5
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
6
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
Terkini
Lihat Semua