Jatim

Sekretaris LKNU Jatim: Puasa Picu Perubahan Sumber Energi Utama Otak

NU Online  ·  Kamis, 5 Maret 2026 | 11:00 WIB

Sekretaris LKNU Jatim: Puasa Picu Perubahan Sumber Energi Utama Otak

Sekretaris LKNU Jatim, Ahmad Firdaus Sani. (Foto: tangkap layar)

Surabaya, NU Online Jatim

Sekretaris Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jatim Ahmad Firdaus Sani menyampaikan bahwa ibadah puasa seperti di bulan Ramadhan dapat memberikan dampak transformatif yang luar biasa bagi kesehatan organ vital manusia, khususnya otak.

 

“Puasa dapat memicu perubahan sumber energi utama otak,” ujarnya dalam acara ‘Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H’ yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Aula KH Bisri Syansuri PWNU Jatim sekaligus disiarkan melalui kanal youtube PWNU Jawa Timur Official.

 

Ia menjelaskan, saat kadar glukosa darah menurun karena tidak ada asupan karbohidrat, tubuh mulai memecah lemak menjadi Keton. Ia menganalogikan Keton sebagai bahan bakar pertamax bagi otak karena sifatnya yang jauh lebih bersih dan efektif dibandingkan glukosa.

 

“Perubahan ini membuat otak bekerja lebih optimal dan meningkatkan ketangguhan sel saraf melalui mekanisme stres ringan yang disebut Hormesis,” terangnya.

 

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah fenomena "Autofagi", yaitu proses di mana sel-sel otak secara mandiri mendaur ulang bagian yang rusak dan membersihkan sampah metabolisme.

 

Ia menambahkan bahwa puasa sangat efektif dalam membuang ‘beta amyloid’, yaitu sejenis protein sampah yang jika menumpuk dapat menyebabkan kepikunan atau demensia.

 

"Puasa membantu otak melakukan pembersihan besar-besaran, sehingga sel-sel kembali segar dan sehat," katanya.

 

Dirinya juga memaparkan hasil riset disertasinya yang menunjukkan bahwa puasa selama 12 jam mampu memperbaiki koneksi pembuluh darah otak. Kondisi ini memberikan perlindungan signifikan terhadap resiko terkena stroke.

 

“Karena otak yang terbiasa berpuasa memiliki jaringan pembuluh darah yang lebih kaya dan mampu beradaptasi lebih baik jika terjadi sumbatan,” ucapnya.

 

Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang