Novelis Besar Rusia Alexander Solzhenitsyn Meninggal Dunia
NU Online · Selasa, 5 Agustus 2008 | 06:03 WIB
Pemenang hadiah Nobel dan novelis Rusia Alexander Solzhenitsyn, yang dengan paksa diasingkan karena buku-bukunya yang sangat keras mengecam pemerintah Uni Soviet meninggal pada usia 89 tahun.
Solzhenitsyn menjadi lambang dalam perjuangan melawan penyensoran dan penindasan di Uni Soviet.<>
Tahun 1945 ia dihukum delapan tahun dalam kamp tahanan, dan kemudian diasingkan ke Khazakhstan karena mengirim surat kepada temannya yang mengecam diktator Soviet, Josef Stalin.
Ketika kembali ke Rusia, ia memanfaatkan pelonggaran sensor resmi oleh pemimpin Uni Soviet Nikita Khruschev, dan menuangkan pengalamannya dalam kamp kerja paksa dalam sebuah novel "Satu Hari Dalam Kehidupan Ivan Denisovich," yang diterbitkan pada tahun 1962.
Tetapi tulisan-tulisan berikutnya yang mengecam Kremlin diberangus. Kremlin mencopot kewarganegaraannya dan mengirimnya ke pengasingan tahun 1974 setelah novelnya "The Gulag Archipelago" diterbitkan di Barat. (voa/atj)
Terpopuler
1
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
2
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
3
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
4
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
5
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
6
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
Terkini
Lihat Semua