Jeddah, NU Online
Negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berkantor pusat di Jedah tertinggal dengan negara-negara lain dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh OKI, dari 57 negara anggota OKI, termasuk Indonesia, hanya tiga negara yang mengekspor produk berteknologi tinggi, yaitu Turki, Mesir dan Uzbekistan yang memiliki hak panten dalam hal teknologi. Sedangkan India mengungguli semua negara dalam hal kemajuan teknologi.
<>Laporan itu juga menunjukkan bahwa Pakistan sedang mengembangkan teknologi nuklir, Malaysia memusatkan perhatian pada teknologi angkasa luar, Turki mengembangkan teknologi otomobil, dan Arab Saudi teknologi petrokimia.
Asisten Sekertaris Jenderal OKI untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ali Akbar Salehi mengatakan bahwa sebagian besar anggota OKI mengalokasikan dana minimum untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Rata-rata alokasi dana untuk semua negara anggota secara umum adalah 0,66 persen yang jauh dari rata-rata dunia yang sebesar 36,2 persen," kata Ali Akbar dalam laporan itu. (ant/dar)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua