PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai
NU Online · Kamis, 19 Oktober 2006 | 14:17 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap Hari Raya Idul Fitri dapat diperingati bersama oleh umat Islam. Karena itu, ia berharap sidang isbat (penatapan) 1 syawal yang diselenggarakan Deperteman Agama 22 Oktober menghasilkan keputusan yang sama.
“Kami berharap sidang itsbat menghasilkan keputusan sama atau tidak ada berbedaan diantara umat Islam,” kata KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Kamis (19/10).<>Jika terjadi perbedaan, Cak Hasyim, demikian ia akrab disapa, menyerukan kepada umat Islam untuk saling menghargai satu sama lain. Ia tidak menghendaki terjadi gesekan antara kelompok umat Islam gara-gara penetapan bulan syawal yang berbeda.”Andai tidak mencapai kesepakatan bersama, diharapkan semuanya saling menghargai,” katanya.
Lebih lanjut, mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu menambahkan, perbedaan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menetapkan awal bulan selama ini sebenarnya hanya persoalan metodologi. NU selama ini menggunakan cara rukyah atau melihat bulan secara langsung, selain cara hisab atau perhitungan astronomi. Sementara ormas lainnya menggunakan cara hisab saja.”Perbedaan itu hanya karena perbedaan metodologi. Karena itu, harus ada saling menghargai satu sama lain,” tegasnya.
Menanggapi adanya kalangan yang menginginkan agar pemerintah tidak campur tangan dalam menetapkan awal bulan syawal, ia mengatakan, bahwa pemerintah dalam hal ini Departemen Agama harus tetap berparan dalam penetapan awal syawal.”Harus ada yang jadi hakim, yaitu pemerintah,” katanya.(mil)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
6
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
Terkini
Lihat Semua