Pemerintah Prioritaskan Pemberangkatan Calhaj Usia 60 Tahun ke Atas
NU Online · Sabtu, 10 September 2011 | 07:51 WIB
Medan, NU Online
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan kebijakan untuk mengutamakan calon jamaah haji (calhaj) yang berusia 60 tahun ke atas sebagai prioritas dalam menunaikan ibadah itu ke Tanah Suci.<>
Ketika mengunjungi Yayasan Perguruan Khairul Imam di Medan, Sabtu, Agung mengatakan, kondisi pelaksanaan ibadah haji di tanah air masih belum memberikan jaminan bagi rakyat untuk cepat mengunjungi Tanah Suci. Hal itu lebih disebabkan sedikitnya kuota jamaah haji yang didapatkan Indonesia dari pemerintah Arab Saudi.
Dengan perkembangan kondisi yang ada, umat Islam di Indonesia yang mendaftar sebagai calon jamaah haji tahun ini diyakini tidak dapat segera menunaikan ibadah yang menjadi salah satu rukun Islam tersebut.Â
"Kalau seseorang mendaftar sekarang, mungkin berangkatnya tahun 2020," kata mantan Ketua DPR itu.
Karena itu, kata Agung, diperlukan kebijakan dan langkah khusus agar pelaksanaan ibadah haji selanjutnya tidak terlalu merepotkan.
Salah satu kebijakan dan langkah khusus itu adalah dengan menyeleksi pendaftar dan memberikan prioritas bagi calon jamaah haji yang berusia 60 tahun ke atas. "(Calon jamaah) yang berusia di atas 60 tahun, diberangkatkan duluan. Yang muda bisa ditunda untuk beberapa tahun kemudian," katanya.
Namun, pemerintah Indonesia mungkin saja mengubah atau membatalkan kebijakan dan langkah khusus tersebut jika mendapatkan perkembangan lain yang menggembirakan. "Seperti pemerintah Arab Saudi memberi tambahan kuota untuk jamah haji Indonesia," kata Agung.
Â
Redaktur : Syaifullah AminÂ
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua