Warta

Pendidikan Indonesia Kering Spiritualitas

NU Online  Ā·  Jumat, 2 Mei 2008 | 07:53 WIB

Pati, NU Online
Pendidikan di Indonesia masih kering nilai spiritualitas sehingga krisis moral dan hilangnya nilai kejujuran akan terus mengancam generasi bangsa.

"Hubungan guru-murid, hanya sebatas di ruang kelas, sehingga kedekatan emosi menjadi berkuran," kata pengamat pendidikan dan keagamaan Jamal Ma’mur Asmani, dalam diskusi ā€œSpirit Pendidikan dan Agenda Pemberdayaan Bangsaā€, Kamis (1/5) tadi malam.<>

Agenda yang diselenggarakan di Auditorium Graha Adi Suara ini diprakarsai oleh Forum Muda Nahdliyyin Pati, dan disiarkan secara on-air pada 101 PAS FM Pati.

ā€œPendidikan formal yang cenderung sekuler, akan mudah digempur gelombang krisis moral. Sehingga, terjadi hal negatif semacam pelecehan seksual, penindasan, kriminalitas hingga ā€œpembetulanā€ lembar ujian nasional oleh gurunya sendiri," kata Jamal.

Selain itu, untuk mencetak generasi muda yang unggul dalam kualitas, serta memiliki moralitas luhur, perlu adanya fokus pada strategi pendidikan.

ā€œStrategi pendidikan bangsa ini masih banyak yang konvensional. Harus ada pemikiran alternative untuk membangun lembaga pendidikan progresif,ā€ kata penulis buku ā€œFiqih Sosial Kiai Sahalā€ itu.

Pendidikan tanah air memerlukan strategi baru yang lebih cemerlang. ā€œStrategi baru, bukan dimaksudkan untuk melawan visi dan kebijakan dari pemerintah, akan tetapi lebih berdasar untuk menemukan inovasi kreatifā€, ujar Jamal.

ā€œContoh kongkret, strategi pendidikan yang menggenggam moralitas luhur, teraktualisasikan dalam nafas pendidikan pesantren. Di pesantren, kejujuran menjadi nilai dasar untuk mencerdaskan bangsa,ā€ katanya. (ziz)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang