Jakarta, NU Online
Tradisi pluralisme memang sudah benar-benar mengakar dalam tubuh NU. Berbagai perbedaan pendapat dalam mensikapi satu hal tidak menyebabkan hubungan pribadi mereka menjadi renggang.
Dalam acara peresmian klinik Avicenna di PBNU, tampak para pengurus PBNU yang sebelumnya diketahui memiliki perbedaan pandangan terlihat berbincang-bincang dan guyonan secara akrab.
<>Tampak mantan Plh PBNU Masdar F. Masâudi ngobrol dengan para pengurus PBNU yang sebelumnya menjadi tim sukses, yang mana dalam beberapa hal berkaitan dengan pilpres, mereka tampak berbeda pandangan.
Keakraban juga tampak antara KH Muchit Muzadi dan adiknya, KH Hasyim Muzadi. Bahkan Bhah Muchit bersedia mengambilkan nasi kuning untuk adiknya. ââwah iki kurang iwake (wah, ini kurang lauknya),â cletuk Hasim ketika kakaknya hanya mengambilkan sedikit ikan. âYo njukuoâ dewe (yaa ambil sendiri),â jawab Bhah Muchit dalam bahasa Jawa yang kental.
Berbagai ritual dan tradisi yang dilakukan oleh warga NU seperti acara tahlilan, istighotsah, sunatan, dan lainnya menyebabkan frekuensi pertemuan antar mereka menjadi sangat tinggi dan ditambah dengan toleransi yang tinggi terhadap perbedaan pendapat, maka mereka selalu akrab dalam segala situasi.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua