Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di sejumlah daerah di Indonesia berpengaruh besar terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Pesta demokrasi lokal itu sukses menaikkan ‘syahwat’ (baca: hasrat) berpolitik warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU).
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar NU Masdar Farid Mas’udi kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/2).<>
Menurut Masdar, syahwat politik itu cenderung tak terkendali meski NU berulang kali menegaskan diri untuk kembali ke Khittah 1926. "Dan, ‘telanjang’ menghadapi pilkada di berbagai tempat," katanya
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu menambahkan, saking bernafsunya terhadap pilkada, NU bahkan terlihat lebih agresif dibanding partai politik.
"Hal itu nampak jelas pada saat partai-partai politik masih tidur berselimut, NU malah sudah sibuk menetapkan siapa calon untuk pilkada, sekaligus sibuk mencarikan pasangan dan membuat jaringan pendukungnya. Dan, kalah," katanya.
Tak hanya itu. Menurut dia, figur yang diusung atau mengusung diri adalah orang pertama yang notabene menjadi simbol dan representasi organisasi.
"Maka, orang pun berkesimpulan lebih jauh, NU bukan saja masih mengidap syahwat politik tegangan tinggi, tapi sekaligus diturunkan martabatnya menjadi alat politik para elitnya belaka," katanya.
Kondisi itu, kata Masdar, jelas sangat menyedihkan sekaligus mencemaskan. Hal itu merupakan persoalan mahaserius yang kalau dibiarkan terus berlanjut, bukan saja akan merontokkan kewibawaan NU, tapi juga mengancam eksistensinya.
Oleh karena itu, kata Masdar, kalangan petinggi NU, terutama para ulama di jajaran syuriyah, harus segera mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan NU dari penyimpangan.
"Para kiai yang mukhlis dan arif, terutama di jajaran syuriyah yang menurut konstitusi NU paling bertanggung jawab, harus segera ‘turun gunung’ menyelamatkannya," katanya. (rif)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua