Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berjanji akan terus memperjuangkan nasib para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PKB, Zanuba Arifah Hafsah Wahid, pada pelantikan Dewan Pengurus Cabang Perwakilan PKB Malaysia, di Aula Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (23/12).
Menurut Yeniābegitu panggilan akrabnyaājanji PKB atas nasib pahlawan devisa negara itu bukan omong kosong belaka. Karena, tegasnya, hal itu telah menjadi prinsip politik (mabda` siyasi) partai berlambang bola dunia dan bintang sembilan tersebut. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online di Kuala Lumpur Hilmy Muhammad Hasbullah.<>
āBeberapa tahun lalu, sekitar 90 orang buruh migran dan TKI Malaysia, sempat ditampung berhari-hari di kediaman Gus Dur (Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid) di Ciganjur, setelah lari dari kejaran polisi Diraja Malaysia,ā ujar Yeni.
Dalam kesempatan yang sama, putri Gus Dur itu mengungkapkan masih banyak terjadi ketimpangan dalam pemerintahan saat ini. Menurutnya, orang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin tambah miskin.
āTapi, aneh, pertumbuhan orang kaya di Indonesia mencapai 16 persen. Padahal, di Cina, yang sekarang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, pertumbuhan orang kaya di sana hanya 8 persen. Ini bermakna, ada ketimpangan pembangunan,ā terangnya
āBerbicara tentang kemiskinan, yang penting bukan angka nominalnya, baik itu 46 persen atau 16 persen. Mau angkanya berapa pun, yang terlihat adalah wajah kemiskinan, yang mayoritasnya adalah warga Nahdliyyin (sebutan untuk warga NU),ā tambahnya.
Beberapa contoh ketimpangan itu, katanya, dapat dilihat Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengaku heran, di provinsi yang dikenal sebagai daerah lumbung padi di Indonesia itu justru diketahui ada orang yang terkena busung lapar, malnutrisi dan sebagainya.
Ketua DPW PKB DKI Jakarta Muslim Abdurrahman yang juga hadir pada kesempatan itu, mengatakan, PKB harus menjadi partai yang berlandaskan pada tiga hal. Antara lain, partai yang senantiasa memberi perhatian besar terhadap nasib rakyat, konsisten membawakan Islam toleran.
Selain itu, PKB juga harus menjadi partai yang pro-kebangsaan, yang menjadikan Indonesia sebagai rumah kebangsaan di era globalisasi. āPKB, dengan demikian, mesti memelihara optimisme bangsa untuk dapat bangkit dan berjaya kembali dengan baik. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
2
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
6
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
Terkini
Lihat Semua