Jakarta, NU Online
Rencana menggelar dapur rakyat dengan melibatkan warga NU untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta mungkin dibatalkan dan diputuskan menggunakan perusahaan katering.
“Ini untuk alasan efisiensi dan kesehatan dan juga pertimbangan lokasi. Kalau di pesantren sih memungkinkan masyarakat membawa bahan makanan, seperti beras, ikan, gula, dll dan memasaknya bareng-bareng, akan tetapi jika di asrama haji, hal tersebut kurang memungkinkan,” ungkap Bagdja.
<>Sebenarnya pemerintah propinsi Semarang dalam hal ini sudah siap membantu. Mereka bersedia meminjamkan peralatan memasaknya yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kapasitas besar. Peralatan ini biasanya digunakan untuk mengatasi keadaan darurat seperti bendana alam atau acara-acara besar lainnya.
Beberapa perusahaan katering juga sudah dihubungi. Karena untuk kepentingan NU, maka mereka nyatakan bersedia mengurangi keuntungannya. Dalam hal ini, Muslimat NU Wilayah Jateng juga dilibatkan.
Pada beberapa muktamar yang lalu, biasanya digunakan peralatan memasak tentara yang siap memenuhi kebutuhan ribuan peserta. Muktamar Lirboyo juga menggunakan fasilitas memasak milik TNI. Mereka tentu saja sudah berpengalaman menyediakan rangsum bagi banyak orang.(mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
2
Qadha Puasa Ramadhan di Hari Tarwiyah dan Arafah, Tetap Dapat Pahala Puasa Sunnah?
3
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya
4
Sumatra Blackout: Dari Aceh hingga Lampung, Aktivitas Warga Lumpuh
5
NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
6
Alih Fungsi Lahan hingga Konflik Agraria Membayangi 10 Tahun Perjanjian Paris di Pulau Jawa
Terkini
Lihat Semua