Jakarta, NU Online
Rencana menggelar dapur rakyat dengan melibatkan warga NU untuk memenuhi kebutuhan konsumsi peserta mungkin dibatalkan dan diputuskan menggunakan perusahaan katering.
“Ini untuk alasan efisiensi dan kesehatan dan juga pertimbangan lokasi. Kalau di pesantren sih memungkinkan masyarakat membawa bahan makanan, seperti beras, ikan, gula, dll dan memasaknya bareng-bareng, akan tetapi jika di asrama haji, hal tersebut kurang memungkinkan,” ungkap Bagdja.
<>Sebenarnya pemerintah propinsi Semarang dalam hal ini sudah siap membantu. Mereka bersedia meminjamkan peralatan memasaknya yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kapasitas besar. Peralatan ini biasanya digunakan untuk mengatasi keadaan darurat seperti bendana alam atau acara-acara besar lainnya.
Beberapa perusahaan katering juga sudah dihubungi. Karena untuk kepentingan NU, maka mereka nyatakan bersedia mengurangi keuntungannya. Dalam hal ini, Muslimat NU Wilayah Jateng juga dilibatkan.
Pada beberapa muktamar yang lalu, biasanya digunakan peralatan memasak tentara yang siap memenuhi kebutuhan ribuan peserta. Muktamar Lirboyo juga menggunakan fasilitas memasak milik TNI. Mereka tentu saja sudah berpengalaman menyediakan rangsum bagi banyak orang.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua