Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Salahuddin Wahid menilai Majlis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa secara tidak berimbang. Menurut Salahuddin, MUI tidak adil dan mendhalimi rakyat.
Demikian dinyatakan Salahuddin Wahid saat menjadi pembicara dalam sebuha diskusi terbuka di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Parung Bogor, Jumat, (1/2).<>
"Mestinya MUI Juga mengeluarkan fatwa haram bagi para pemilih yang mencoblos atau mencontreng seseorang karena dibayar. Mestinya memilih karena dibayar adalah lebih haram daripada golput," ungkap Salahuddin.
Dalam ceramahnya di hadapan para delegasi dari 20 Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa & Malaysia ini, Gus Sholah -sapaan akrab Salahuddin, mengungkapkan, dari sini menjadi jelas bahwa MUI menjalankan agenda dari atas, bukan aspirasi dari bawah.
"MUI terlalu memaksakan kehendaknya. Dapat saja kita fatwa golput tersebut tidak dikeluarkan. Toh nggak terlalu penting juga, tapi tampaknya MUI terlalu memaksakan diri," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua