Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Salahuddin Wahid menilai Majlis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa secara tidak berimbang. Menurut Salahuddin, MUI tidak adil dan mendhalimi rakyat.
Demikian dinyatakan Salahuddin Wahid saat menjadi pembicara dalam sebuha diskusi terbuka di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Parung Bogor, Jumat, (1/2).<>
"Mestinya MUI Juga mengeluarkan fatwa haram bagi para pemilih yang mencoblos atau mencontreng seseorang karena dibayar. Mestinya memilih karena dibayar adalah lebih haram daripada golput," ungkap Salahuddin.
Dalam ceramahnya di hadapan para delegasi dari 20 Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa & Malaysia ini, Gus Sholah -sapaan akrab Salahuddin, mengungkapkan, dari sini menjadi jelas bahwa MUI menjalankan agenda dari atas, bukan aspirasi dari bawah.
"MUI terlalu memaksakan kehendaknya. Dapat saja kita fatwa golput tersebut tidak dikeluarkan. Toh nggak terlalu penting juga, tapi tampaknya MUI terlalu memaksakan diri," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
5
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
6
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
Terkini
Lihat Semua