Seribu Pejuang Hamas untuk Seorang Tentara Israel
NU Online · Rabu, 28 Januari 2009 | 03:02 WIB
Penguas Jalur Gaza, Hamas menawarkan gencatan senjata setahun lebih dengan Israel, jika negara itu mau membuka seluruh blokade perbatasan di Jalur Gaza. Selain itu, kedua pihak juga mempertimbangkan rencana pertukaran tahanan.
Delegasi Hamas untuk pembicaraan damai Kairo Mesir, Ayman Taha seperti dilaporkan kantor berita China Xinhua, Selasa (27/1) mengatakan, pihak Israel akan membebaskan 1.000 tahanan Hamas dan menukarkan dengan seorang tentara Israel.<>
Gilad Schalit, nama tahanan Israel itu ditangkap pejuang Hamas pada 2006 lalu. Salah satu alasan Israel menyerang Jalur Gaza juga untuk membebaskan Schallit, meski mereka gagal. Bahkan Schalit dilaporkan terluka akibat serangan Israel di kota Gaza.
Namun belum diketahui kapan kesepakatan itu akan direalisasikan, meski peluangnya terbuka lebar.
Selain itu, Taha juga menyatakan, Hamas akan menawarkan gencatan senjata selama setahun lebih jika Israel berkomitmen untuk membuka blokade dan membuka seluruh perbatasan.
"Israel mengisyaratkan akan menerima tawaran gencatan senjata selama 18 bulan serta membuka blokade perbatasan namun hanya sebagian tidak seluruhnya, dan Hamas menolak itu. Kami ingin perbatasan harus dibuka seluruhnya," tegas Taha.
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua