Tuty Alawiyah: Perempuan Bukan untuk Ditinggalkan
NU Online · Rabu, 24 Juni 2009 | 01:30 WIB
Dalam dunia dakwah, perempuan merupakan potensi yang sangat besar untuk mengajarkan dan mengembangkan nilai-nilai keislaman kepada umat. Karena itu tidak sepatutnya perempuan ditinggalkan di belakang saja.
Perempuan merupakan partner strategis yang harus diajak bersama-sama untuk mengembangkan dakwah islamiyah. Demikian dinyatakan Tuty Alawiyah (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1998-1999) dalam sambutannya sesaat setelah menerima penghargaan Preaching Dedication Award dari Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) di Jakarta, Selasa (23/6).<<>;br />
“Perempuan bertanggungjawab terhadap pengamalan nilai-nilai keislaman kepada generasi Islam sejak dini. Perempuan memiliki tanggungjawab yang sangat penting dalam perkembangan masyarakat. Tentu menjadi sangat semakin susah untuk memasukkan nilai-nilai keislaman kepada sebuah masyarakat misalnya, jika generasinya sejak awal tidak dikenalkan pada nilai-nilai keislaman yang benar,” papar Tuty.
Menurut Tuty, Dakwah Islam menghadapi tantangan yang sangat berat dengan semakin maraknya teknologi informasi yang lebih mengedepankan unsur hiburan daripada pendidikan. Terutama sekali bagi para perempuan muda.
“Adalah tidak mudah mengajak orang meninggalkan memakai celana pendek di jalan-jalan umum sementara televisi sedang mengkampanyekannya,” tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua