AS dan Israel Serang Iran, Trump Umumkan Agresi Besar-besaran
Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:15 WIB
Jakarta, NU Online
Republik Islam Iran melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut memicu ledakan keras di wilayah ibu kota dan berbagai instalasi militer.
"Ledakan dahsyat terdengar di beberapa wilayah Teheran pada Sabtu pagi. Asap tebal terlihat di pusat kota Teheran. Ledakan-ledakan ini dilaporkan terjadi di dua tempat di Teheran dan beberapa kota lain di Iran," demikian pernyataan dari Kantor Berita Pemerintah Iran, IRNA, dikutip NU Online pada Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa serangan gelombang pertama tampak menargetkan kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ayatollah Ali Khamenei, di pusat kota Teheran. Hingga saat ini belum jelas apakah ia berada di lokasi saat serangan terjadi atau tidak. Namun, asap tebal terlihat membubung dari ibu kota Iran tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump melalui pidato resminya, membeberkan kronologi ketegangan panjang selama 47 tahun yang mendasari serangan ini, mulai dari penyanderaan di Teheran tahun 1979 hingga serangan Hamas pada 7 Oktober.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman nyata dari pemerintah Iran. Selama 47 tahun, mereka telah mengobarkan kampanye pertumpahan darah dan pembunuhan massal yang tak kunjung usai, termasuk pengeboman Barak Marinir di Beirut yang menewaskan 241 personel militer Amerika dan serangan terhadap USS Cole," ujarnya dalam video unggahan akun X miliknya, dikutip NU Online pada Sabtu (28/2/2026).
Trump menjelaskan bahwa alasan utama agresi ini adalah kegagalan diplomasi terkait program nuklir dan pengembangan rudal jarak jauh yang kini mengancam Eropa serta tanah air Amerika.
"Sudah menjadi kebijakan Amerika Serikat bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka ke tanah. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka," tegas Trump.
Ia kemudian melontarkan ancaman maut kepada pasukan keamanan setempat jika tidak segera menyerah dan juga menyerukan rakyat setempat untuk segera mengambil alih pemerintahan mereka.
Baca Juga
Manuver Gus Dur Mengimbangi Israel
"Kepada para anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan polisi, saya katakan malam ini bahwa Anda harus meletakkan senjata Anda dan mendapatkan kekebalan penuh atau sebagai alternatif menghadapi kematian yang pasti," lanjutnya.
Laporan dari berbagai sumber di lapangan merinci bahwa serangan terkoordinasi tersebut mencakup berbagai titik strategis yang luas.
"Laporan dari lapangan mengindikasikan bahwa target serangan mencakup pangkalan udara, fasilitas produksi rudal, dan pusat komando komunikasi di beberapa provinsi, termasuk Teheran, Isfahan, dan Shiraz," demikian pernyataan dari Middle East Eye.
Melansir IRNA pihak militer Iran mulai merespons agresi dan tindakan kriminal AS-Israel tersebut. Dilaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah melancarkan gelombang pertama serangan rudal dan drone Iran terhadap wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Menanggapi eskalasi ini, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
"Serangan Amerika Serikat dan pemerintah Israel terhadap Republik Islam Iran merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB dan merupakan tindakan agresi yang nyata. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak yang sah untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB guna mempertahankan kedaulatan nasional dengan memberikan respons yang tegas," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, dikutip pada Sabtu (28/2/2026).
Pihak kedutaan juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menghadapi ancaman terhadap perdamaian dunia ini.