Banyak Jembatan di Sumatra Barat Kembali Rusak, Warga Desak Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai
NU Online · Ahad, 18 Januari 2026 | 07:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kerusakan jembatan dan terganggunya akses jalan kembali menghantui sejumlah wilayah di Sumatra Barat akibat banjir bandang susulan.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Padang, Sumatra Barat, Albert Reza, mengungkapkan bahwa hingga kini curah hujan yang masih tinggi dan belum optimalnya normalisasi sungai dinilai memperparah kerentanan infrastruktur, khususnya di kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai.
Menurut Albert kerusakan tersebut merupakan dampak lanjutan dari banjir bandang akhir November 2025 yang membawa material pasir dan sedimen lumpur ke badan sungai. Kondisi itu menyebabkan kapasitas sungai menurun drastis sehingga debit air cepat meningkat saat hujan turun.
“Jadi efek dari banjir bandang kemarin aja gitu. Efeknya kan di sepanjang aliran sungai itu kan, terus ditumpuk oleh material-material itu. Pasir atau sedimen-sedimen lumpur. Curah hujan masih cukup tinggi di Padang, di beberapa daerah di Sumatra Barat juga sama masih hujan deras seperti di Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman. Kalau hujan, langsung tinggi debit airnya,” ujar Albert kepada NU Online, Sabtu (17/1/2026).
Ia mengungkapkan, tekanan psikologis warga semakin berat akibat banjir yang berulang. Bahkan, di beberapa lokasi, warga disebut mulai mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kelelahan dan keputusasaan menghadapi ancaman bencana yang tak kunjung reda.
“Makanya kemarin ada masyarakat yang mulai mengibarkan bendera putih, karena masyarakat merasa udah lelah. Jadi masyarakat sekarang menununggu normalisasi sungai. Karena jembatan darurat yang dibuat, itu pas hujan datang lagi ya banyak yang rusak,” katanya.
Menurutnya, ketakutan warga kian muncul bahkan saat hujan dengan intensitas rendah. “Masyarakat khawatir ketika hujan deras, sungai meluap lagi, terkadang hujan sedikit saja, masyarakat sudah khawatir,” katanya.
Albert juga mengungkapkan bahwa pendangkalan sungai akibat sedimentasi membuat aliran air tidak lagi mampu menampung debit hujan. Akibatnya, luapan air kerap terjadi meski hujan tidak terlalu lebat.
“Karena normalisasi sepanjang sungai itu belum normal itu, karena material-material kayak pasir, gitu kan, sedimen-sedimen lumpur, jadi debet air itu langsung tinggi. karena dasar sungai itu sekarang sudah tidak tinggi. Sudah tidak dalam lagi, jadi air hujan itu turun, air sungainya langsung besar, debit airnya itu langsung besar,” tuturnya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran berlapis di tengah masyarakat, terutama di daerah rawan banjir. Selain ancaman rumah terendam, rusaknya jembatan juga berdampak langsung pada distribusi logistik dan bantuan.
“Mungkin harapan masyarakat di sini, bagaimana kondisi, ya, termasuk di daerah-daerah yang dalam arti kata sangat rawan, karena normalisasi sungai ini dari hulu ke hilir itu sangat penting. Setiap hujan turun, banyak warga yang khawatir rumahnya kena banjir lagi, khawatir ada jembatan rusak lagi. Kalau jembatan rusak, susah juga buat mendapatkan makanan, bantuan juga jadi susah,” ucap Albert.
Ia mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan mempercepat proses normalisasi sungai, mengingat keterbatasan alat berat di lapangan serta risiko kerja yang tinggi akibat cuaca ekstrem.
“Harapannya pemerintah pusat juga membantu terkait percepatan normalisasi sungai karena alat-alat berat seperti eskafator itu beberapa hari kemarin terseret karena hujan deras, pas lagi membuat jembatan, ada hujan derasa jadi eskafator terseret. Harapan besar saya normalisasi sungai itu disegerakan,” pungkasnya.
============
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.
Terpopuler
1
Baca Doa Berikut di Malam Isra Mi'raj, Dapatkan Faedahnya: Terkabul Segala Hajat
2
Khutbah Jumat: Isra Mi’raj, Gelar Kemuliaan Nabi Muhammad dan Kewajiban Shalat
3
Baca Amalan Ini pada Jumat Terakhir Rajab Hari Ini, Faedah: Terpenuhi Segala Kebutuhan
4
Isra Mikraj: Misteri Perjalanan Nabi dan Makna Shalat bagi Umat
5
Sidang Lanjutan Aktivis Tahanan Politik, Delpedro Sebut Kesaksian Polisi Tak Tunjukkan Unsur Penghasutan
6
Kemenhaj Buka Seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi, Ini Syarat dan Cara Daftar
Terkini
Lihat Semua