Usia Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan organisasi Islam terbesar di Nusantara bahkan di dunia sudah hendak memasuki usia satu abad. Sudah seyogyanya NU kian maju dan berkembang, sehingga masyarakat, bangsa, agama dan negara sekalipun, dapat terus merasakan manfaat melalui peran organisasi ini. Upaya untuk semakin membesarkan NU dari waktu ke waktu terus dilakukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Salah satu di antaranya adalah usaha agar di tiap-tiap kecamatan memiliki klinik. Saat ini sudah berdiri satu klinik NU yang beroperasi di bawah koordinasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jombang. Dan akan disusul oleh pendirian klinik serupa di kecamatan yang lain.
"Pendirian klinik NU di Jombang merupakan amanah konferensi cabang (Konfercab) NU Jombang yang sudah seharusnya direalisasikan," kata Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid Alhafid dalam pekan ini.
Terhitung sejak awal 2017 lalu peletakan batu pertama pembangunan klinik dilakukan di kabupaten yang kerap kali mayoritas masyarakat menyebutnya Kota Santri ini. Dan baru dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2018, gedung, ruang periksa dan fasilitas yang lain mulai tampak.
Keberadaan klinik tentu tidak lepas dari keinginan nahdliyin Jombang untuk memberikan kontribusi dari aspek kesehatan kepada masyarakat yang mudah dan baik. Terlebih klinik akan tersebar merata di sejumlah kecamatan.
Beberapa tahun sebelumnya, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang telah beroperasi memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Sebagai komitmen awal didirikannya pusat pelayanan kesehatan, baik RSNU maupun klinik adalah untuk saling mendukung dan saling menguatkan.
Selain pusat pelayanan kesehatan, NU Jombang mengupayakan berdirinya Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) di semua kecamatan. Setidaknya saat ini sudah ada 7 BMTNU yang tersebar di 7 kecamatan (cabang) dan 1 BMTNU pusat yang beroperasi di Kantor PCNU setempat. Sementara sebagai pusat operasi dari semua cabang BMTNU berada di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
Tujuan pemerataan BMTNU tersebut tak ubahnya seperti pendirian klinik. Yakni untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang dalam hal ini dari aspek ekonomi. Warga nahdliyin khususnya akan dengan mudah mendapat akses ekonomi, misalnya peminjaman modal usaha atau sekedar ingin menabung.
"Itu (pemerataan pendirian BMTNU, red) juga amanah Konfercab yang sudah disepakati bersama," ujar Gus Salman sapaan akrab Ketua PCNU Jombang.
Selanjutnya upaya yang dilakukan adalah membangun kantor baru PCNU Jombang yang dinilai lebih strategis.
Di samping itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk para warga NU yang berada di jajaran struktural juga terus ditingkatkan. Berbagai pelatihan tak jarang dilakukan, termasuk Pendidikan Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diwajibkan untuk semua pengurus NU. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua