Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI
NU Online · Jumat, 13 Mei 2016 | 06:50 WIB
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di bawah komando GP Ansor Kabupaten Probolinggo menemukan spanduk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terpasang di kilometer 40,41 Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Mereka kemudian mencopot dua spanduk yang terpasang di jalur lingkar selatan.
Penurunan spanduk HTI ini dipimpin langsung oleh Ketua Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.
“Sesuai instruksi Ketua Umum GP Ansor dan Komandan Satkornas Banser kami akan mencopot apapun bentuknya, baik spanduk, baliho, dan sejenisnya yang terkait dengan khilafah,” kata Adimas, Kamis (12/5) malam.
Menurut Adimas, sebelum pencopotan spanduk HTI tersebut mereka terlebih dahulu melaporkannya kepada Polres Probolinggo, dalam hal ini Polsek Leces. Sehingga penurunan spanduk tersebut juga dikawal oleh personil dari Polsek Leces.
“Pencopotan atribut HTI ini dilakukan karena mereka sudah makar dan mau mendirikan negara Islam di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” jelasnya.
Dengan penurunan atribut HTI ini, jelas Adimas, secara tegas Banser Probolinggo menolak dengan keras semua tindakan yang selama ini dilakukan oleh HTI. Bahkan tidak sepatutnya HTI hadir dan menyuarakan Pemerintahan Islam di Indonesia, karena dasar negara Indonesia adalah Pancasila. “NKRI harga mati bagi kami,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
6
Akhir Perang AS-Israel Versus Iran
Terkini
Lihat Semua