Wakil Bupati Pringsewu, Lampung, H Fauzi mengungkapkan, kendatipun masyarakat Pringsewu terkenal multi etnis dan memiliki keragaman agama, namun toleransi, kondusifitas dan budaya gotong-royong masih kental. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Pringsewu untuk bersama-sama mempertahankan serta menjaga keharmonisan dan kondusifitas tersebut.
Ajakan ini disampaikannya di depan 500 lebih pemuda lintas agama, lintas organisasi dan lintas komunitas di Kabupaten Pringsewu yang menyelenggarakan kegiatan silahturahim dalam rangka Halal bi Halal Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah di Aula kantor PCNU Pringsewu, Ahad (8/7).
Ia memberikan apresiasi atas inisiatif diselenggarakannya acara tersebut karena merupakan wujud upaya lebih menguatkan semangat kebersamaan serta sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
"Saya pikir agak susah dicari kegiatan Halal bi Halal yang dilakukan oleh pemuda lintas agama, lintas organisasi dan lintas komunitas. Ini cermin masyarakat Kabupaten Pringsewu," ujar Fauzi.
Pentingnya menjaga persatuan juga diungkapkan Dandim 0424 Tanggamus Letkol Anang Hasto Utomo yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan jika para pemuda bersatu maka Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar. Yang terpenting menurutnya adalah menjaga Bhineka Tunggal Ika.
"Pancasila ada dalam diri kita masing-masing dan dalam sanubari kita masing-masing," tegasnya.
Sementara itu ketua panitia, Didik Budiawan menjelaskan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah membangun kebersamaan guna menciptakan kehidupan yang harmonis di antara sesama warga bangsa tanpa adanya sekat suku, agama, politik dan lain sebagainya.
“Yakni, kebersamaan dalam rangka membangun kehidupan yang harmonis, dengan persatuan dan kesatuan dari pemuda lintas agama, lintas organisasi dan lintas komunitas,” ujarnya.
Diantara organisasi dan komunitas yang bergabung pada acara tersebut adalah GP Ansor, Banser, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Forum Pemuda Kristen, Pemuda Hindu Dharma Indonesia, FKPPI, Komunitas Ojek Online, Kosti Jaya, Komunitas Berbagi Nasi, dan beberapa anggota komunitas lainnya.
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pentas seni dari beberpa organisasi, dan komunitas seperti tari, pentas musik kroncong, dan atraksi menaklukkan ular berbisa. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua