Cara Pesantren Nurul Ikhlas Tulang Bawang Teladani Kiai Hasyim As'yari
NU Online · Ahad, 12 Mei 2019 | 01:15 WIB
Memperingati haul Pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, para santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Unit 4 Sumber Makmur, Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung menggelar kajian kitab Adabul 'Alim wal Muta'alim yang merupakan salah satu karya Kiai Hasyim.
Kajian yang diberi nama Ngaji Kilatan Ramadhan ini menurut pengasuh pesantren tersebut, Gus Maskur Faruq, juga dimaksudkan untuk melestarikan dan mengenalkan karya asli ulama Nusantara.
"Indonesia merupakan negara yang memiliki ulama-ulama alim berstandar internasional. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Ulama Nusantara banyak yang telah menelurkan karya-karya kitab kuning, yang sampai sekarang masih terus dikaji dan diajarkan kepada pada santri," jelas Gus Faruq kepada NU Online, Ahad (12/5).
Menurutnya di antara ulama Nusantara yang produktif menelurkan karya literatur berupa kitab adalah Kiai Hasyim Asy'ari. Kitab-kitab karya Kiai Hasyim lanjutnya, banyak dipelajari oleh para santri pesantren di berbagai penjuru Indonesia.
"Selain mengenalkan karya asli ulama Nusantara, kitab ini bagus untuk pegangan para santri dalam proses menuntut ilmu," ungkap Gus Faruq yang langsung mengampu Ngaji Kilatan Ramadhan tersebut
Dengan mengkaji kitab ini, para santri NU juga bisa mengambil hikmah dan inspirasi atas kiprah Kiai Hasyim yang mampu menyusun kitab kuning dan berkiprah luas untuk agama dan negara.
"Karena Mbah Hasyim selain Alim agama, beliau juga sosok pejuang kemerdekaan dan dikenal jiwa nasionalismenya," pungkasnya.
Kitab Adabul 'Alim wal Muta'alim ini sendiri merupakan hasil pemikiran Kiai Hasyim tentang pendidikan karakter dengan mengetengahkan nilai-nilai etis yang bernafaskan sufistik. Dalam kitab ini juga dijelaskan bagaimana karakter yang harus dimiliki oleh murid terhadap guru.
Ada beberapa konsep pendidikan karakter yang perlu ditekankan kepada para penuntut ilmu yakni (1) Memurnikan niat, (2) Berperilaku qana’ah, (3) bersikap wara’, (4) berperilaku tawadhu’, (5) berperilaku zuhud, (6) berperilaku sabar, (7) menghindari hal-hal yang kotor dan maksiat.
Dalam kitab yang ditulis dalam bahasa Arab ini, Kiai Hasyim juga menegaskan karakter yang harus dimiliki murid terhadap guru seperti tawadhu, menghormati guru, dan sabar. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua