Kota Banjar, NU Online
Berbagai ikhtiar dilakukan demi mendapatkan tambahan kekuatan bagi kesembuhan orang yang dicinta. Pesantren ini mengadakan istighotsah untuk sang guru yang tengah terbaring sakit.
Hal itu dilakukan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat yang melakukan istighotsah untuk kesembuhan KH Muslih Abdurrahim. Kegiatan dilangsungkan di masjid pesantren setempat, Rabu (25/7).
“Istighotsah berlangsung usai shalat Magrib dikhususkan untuk kesembuhan Romo KH Muslih Abdurrahim yang sedang dirawat di Rumah Sakit Mergono Purwokerto,” kata pimpinan sepuh Romo KH Munawwir Abdurrahim.
Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda tampak beristighotsah di Masjid Baitul Muttaqin bersama para pengasuh dan sejumlah masyarakat sekitar. Diharapkan dengan doa dan istighotsah tersebut KH Muslih Abdurrahim yang sedang dirawat sejak sepekan dapat sembuh.
"Abah sakit karena kecapekan sejak bulan Ramadhan, kemudian disambung Syawal dengan agenda silaturahim. Setelah diperiksa, ternyata harus dirawat,” cerita Nyai Hj Linatu Shofiyah yang juga istri Kiai Muslih.
Tak hanya istighotsah, Nyai Hj Linatu juga berharap tambahan doa, fatihah, dan shalawat demi kesembuhan suaminya. “Mohon didoakan dengan membaca wirid istighotsah setiap hari setelah shalat Maghrib dan Shubuh. Kemudian membaca Al-Fatihah, shalawat Thibbil Qulub sebanyak tujuh kali setiap ba'da shalat,” tambahnya.
KH Muslih Abdurrahim juga tercatat sebagai Ketua Jam'iyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah atau Jatman Jawa Barat. (Siti Aisyah/Ibnu Nawawi)