GP Ansor Jangan Lelah dan Lengah Jaga Indonesia
NU Online · Senin, 24 Februari 2020 | 14:30 WIB
Sekreatris Jenderal PP GP Ansor Abdur Rochman memberi pengarahan pada kader di Taman Chandra Wilwatikta, Senin (24/2). (Foto NU Online/Gatot Arifianto)
Gatot Arifianto
Kontributor
"Masih ada pandangan sekelompok kecil yang menolak Pancasila dan keberagaman. Dalam hal kebangsaan, kader Ansor dan Banser harus melawan hal itu. Pancasila sudah disepakati ulama pendiri bangsa, kiai-kiai NU," ujar pria karib dipanggil Adung itu, di Lapangan Taman Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (24/2).
Kelompok dimaksud, ujar dia pada ratusan kader yang mengikuti Apel Kebangsaan dan Pembukaan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) V itu, telah dibubarkan pemerintah.
Namun demikian, gerakan mereka belum sepenuhnya berhenti. "Karena itu, selain tidak boleh lelah, kita sebagai kader Ansor dan Banser, juga tidak boleh lengah. Kita berkomitmen menjaga Indonesia. Kita akan terus mengawal keberagaman bangsa ini," tegasnya.
Apel Kebangsaan dan Pembukaan Susbanpim V diikuti sekitar 1.300 kader dari Kabupaten Pasuruan berikut 175 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
"Banyak mayoritas masih diam terhadap intoleransi. Karena itu Ansor akan terus bergerak. Termasuk menciptakan pemimpin melalui Susbanpim yang akan berlangsung hingga 1 Maret mendatang," Adung menyampaikan itu mewakili Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas.
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Sejumlah perwira TNI dan Polri, jajaran PWNU dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pada kesempatan itu, Gus Yaqut menyematkan jaket Banser pada Moeldoko. "Keren nggak? Keren ya. Terima kasih kepada GP Ansor yang terus mengawal Indonesia," ujar Moeldoko.
Pewarta: Gatot Arifianto
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua