IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai
NU Online · Rabu, 14 September 2016 | 18:02 WIB
Probolinggo, NU Online
Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo rutin menggelar bakti sosial. Salah satunya dengan menyalurkan baju layak pakai.
Dalam kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan menurunkan hampir semua jajaran pengurus. Baju layak pakai ini didapatkan dari hasil pengumpulan para pengurus mulai dari tingkat ranting hingga anak cabang se-Kota Kraksaan.
Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali mengatakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran baju layak pakai ini merupakan salah satu aksi nyata dari para generasi muda sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat kurang mampu yang ada di wilayahnya.
“Bagi orang kaya, baju ini tidak ada artinya apa-apa. Tetapi bagi masyarakat kurang mampu, baju seperti ini nilainya sangat berarti. Terlebih bagi mereka yang sudah kesulitan untuk mencari nafkah hidup keluarganya,” katanya, Rabu (14/9).
Menurut Masrur, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberi kemampun untuk berbagi kebahagiaan kepada saudara yang membutuhkan bantuan.
“Mudah-mudahan pemberian baju layak pakai ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab dengan adanya bantuan ini, setidaknya masyarakat tidak perlu repot-repot lagi memikirkan untuk membeli baju,” jelasnya.
Masrur menegaskan bahwa baju layak pakai yang diberikan kualitasnya masih bagus dan bukan pakaian yang sudah kusuh. Baju ini diberikan kemungkinan yang bersangkutan sudah tidak suka atau sudah tidak muat lagi.
“Kalau kualitasnya masih bagus dan layak pakai. Intinya kami ingin berbagi kebahagiaan dan senyuman kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua