Sumenep, NU Online
Di kalangan masyarakat awam sarjana selalu dikaitkan dengan pekerjaan. Di mata sebagian masyarakat, sarjana yang berhasil dan sukses adalah mahasiswa yang telah lulus dari bangku kuliah langsung kerja atau jadi pegawai negeri.
Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Sumenep M. Jazuli Mudhar menepis paradigma tersebut. Hal itu terlihat pada saat memberikan mata kuliah pada mahasiswa semester akhir Jurusan Tafsir Hadits Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-Guluk Sumenep, (7/3) di ruang Fakultas Ushuluddin.
<>
Jazuli Mudhar mengatakan, anggapan tersebut menyebabkan membludaknya sarjana yang antre dan berbondong-bondong untuk jadi PNS, dan ketergantungan pada PNS menyebabkan semakin menambah daftar angka pengangguran.
Ia menilai, sarjana yang memburu pekerjaan kurang kreatif dan tidak bisa melakukan inovasi, sehingga tidak pernah berfikir untuk mengembangkan usaha-usaha yang juga tidak kalah besar penghasilannya dengan gaji pegawai.
"Pola pikir sarjana harus jadi pegawai perlu diubah sehingga tidak menambah masalah," katanya di hadapan mahasiswa yang sebentar lagi akan wisuda.
Anggota KPU Sumenep itu menghimbau, sarjana bisa membuka lapangan pekerjaan, bukan menjadi pekerja. "Sarjana seharusnya mampu membuka lapangan pekerjaan bukan bermental buruh," harapnya.
Alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut bercerita kesuksesan orang Cina yang selalu mengembangkan usaha kreatif.
"Di Cina tidak ada yang antre berburu pekerjaan. Semuanya berfikir bagaimana untuk membuka lapangan kerja," katanya.
Redaktur   : A. Khoirul Anam
Kontributor: M. Kamil Akhyari
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
2
Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama April 2026
4
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
5
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
6
Di Manakah Jutaan Orang Arab dalam Perang Iran Vs Israel dan AS?
Terkini
Lihat Semua