Kader PMII Harus Perjuangkan Kepentingan Masyarakat
NU Online · Senin, 14 Juli 2008 | 04:12 WIB
Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menjalankan roda organisasi harus selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kader PMII Kota Pariaman/Kabupaten Padangpariaman tidak boleh mementingkan perjuangan pribadi semata. Dengan organisasi kader harus bercita-cita untuk mensejahterakan masyarakat.
Demikian diungkapkan Ketua DPRD Padangpariaman Yulius Danil ketika memberikan materi pada Masa Perkenalan Anggota Baru (Mapaba) PMII Kota Pariaman/Kabupaten Padangpariaman, Minggu (13/7), di kampus STIE Sumatera Barat, Pariaman. Mapaba diikuti sebanyak 25 orang mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di Pariaman. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online Armaidi Tanjung di Padang.<>
Menurut Yulius Danil, dalam berorganisasi kader PMII harus punya logika berpikir yang loyal terhadap sosial masyarakat. “Orang Pariaman merupakan salah satu orang yang jago berorganisasi, karena orang Pariaman berkenal dengan sosialnya,” kata Yulius Danil.
Ditambahkan, sebagai kader pemimpin, anggota PMII tidak boleh berbohong. Karena pemimpin itu tidak boleh berbohong. Kalau pemimpin sudah pembohong, maka yang dipimpinnya pasti tidak akan memiliki kepercayaan lagi.
Kondisi yang ada di tengah kehidupan kita, banyak pemimpin yang tidak lagi dipercaya rakyatnya. Sementara itu, narasumber lain mantan Ketua PC PMII Kota Padang Syahlul Munal menyebutkan, visi PMII adalah bagaimana menciptakan kepribadian muslim dalam kerangka negara kesatuan Indonesia. PMII merupakan organisasi mahasiswa yang akan terus memperjuangkan paham ahlussunnah waljamaah di Indonesia.
Ketua Panitia Mapaba Ory Sativa Syakban menyampaikan, Mapaba berlangsung sehari dengan narasumber Mantan Sekda Pariaman Mukhlis Rahman, Kasi Mapenda Kandepag Padangpariaman Helmi, dan Ketua PC PMII Kota Padang Ulil Amri. (arm)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua