Kaji Soal USBN Sudutkan Banser, LBH Ansor Jabar Akan Lapor Kepolisian
NU Online · Sabtu, 13 April 2019 | 06:15 WIB
Jakarta, NU Online
Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Bahasa Indonesia SMP di Garut, Jawa Barat dinilai menyudutkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Hal itu mengingat narasi yang dibangun adalah pembubaran organisasi.
Mengenai peristiwa tersebut, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat berencana melaporkannya ke pihak Kepolisian.
"Kami sudah meminta LBH Ansor Jabar untuk mengkaji persoalan kalimat yang tertulis di test ujian di Garut," kata Deni Ahmad Haidar, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, kepada NU Online pada Sabtu (13/4).
Saat ini LBH Ansor Jabar, kata Deni, tengah melakukan kajian dengan mengumpulkan semua bukti dan berkoordinasi dengan stakeholders (pihak terkait) di Garut.
Deni menjelaskan bahwa rencana laporan ke pihak Kepolisian ini mengingat Ansor Jabar melihat adanya niat dan upaya yang sengaja dilakukan untuk menyudutkan organisasi pemuda NU.
"Kita melihat ada niat jahat untuk mendiskreditkan Ansor-Banser karena secara sengaja memilih diksi-diksi yang bernada menyudutkan dan ada unsur ujaran kebencian," terangnya.
Padahal, lanjut Deni, masih banyak kalimat-kalimat yang bisa dijadikan contoh di media untuk soal-soal dalam ujian sekolah tersebut. Lebih jauh, Deni juga melihat adanya upaya stigmatisasi jelek pada ansor dan banser kepada peserta didik melalui narasi soal ujian yang dibuat oleh lembaga terkait.
Sebelumnya, Pimpinan Cabang GP Ansor Garut telah menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong. Dalam surat yang ditandatanganinya, Totong meminta Bupati Garut untuk memberikan sanksi kepada Kabid SMP, Kasi Kurikulum SMP, dan Tim Penyusun Soal US SMP. "Nah, kita dorong dulu supaya Bupati Garut memecat mereka yang terlibat," tegas Deni.
Pasalnya, lanjut Deni, tindakan mereka merusak agenda pendidikan nasional secara sistematik strategis. Hal tersebut juga, berbahaya bagi keutuhan dan persatuan bangsa. (Syakir NF/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua