Kampus Latifah Mubarokiyah Suryalaya Gelar “Dosen Menulis”
NU Online · Senin, 23 Maret 2015 | 12:05 WIB
Tasikmalaya, NU Online
Pihak Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya berupaya meningkatkan kapasitas menulis di kalangan pengajarnya, Ahad (22/3). Pihak IAILM melibatkan para dosen pada pelatihan menulis di bawah pendampingan Pimred Penerbit Nuansa Cendekia, Faiz Manshur.
<>
Diskusi yang dihadiri 15 dosen kampus di Suryalaya ini berlangsung selama dua setengah jam. Faiz mengatakan, dunia tulis-menulis di kalangan dosen saat ini kurang berjalan lancar sehingga memang dibutuhkan usaha keras para dosen sendiri.
"Menjadi penulis tidak cukup bermodal motivasi seperti uang, predikat mentereng, atau sekadar mengajar nilai atau kredit. Internalisasi motivasi meraih yang terbaik dari sisi idealisme sebagai tugas dan tanggung jawab intelektual mestinya harus mampu mendorong kreativitas penulisan dosen," kata Faiz.
Faiz Manshur yang selama ini sering menyeleksi naskah-naskah para dosen di penerbitan tempatnya bekerja seringkali menemukan kelemahan-kelemahan para dosen. Di antaranya para dosen masih terjebak pada penulisan model craft, yakni kerajinan mengutip-kutip literatur karya penulis terkenal tanpa membuat ulasan yang matang.
Kedua, masih banyak dosen yang kurang mahir menyusun kalimat secara baik, terjebak pada literatur dengan istilah-istilah yang elitis dan kurang mampu mempopularkan bahasa.
"Jadi penulis itu tak cukup hanya mampu menulis, tapi harus mampu menjelaskan kepada siapa ia bicara. Menulis itu adalah sarana, atau alat untuk menyampaikan gagasan secara terstruktur, rasional dan harus semudah mungkin pesannya dipahami," jelas penulis buku Genius Menulis ini.
Menurut Faiz, para dosen perlu mencari waktu untuk bisa menulis. "Waktu harus dicari, bukan ditunggu, juga bukan bergantung semata pada mood. Intinya kalau mau berkarya, harus membiasakan diri, bukan justru memperbanyak alasan untuk tidak berkarya," ujarnya. (Satar Sakri/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua