Keluarga Diharap Menulis Sosok Almaghfurlah KH Sholeh Darat
NU Online · Ahad, 24 Juni 2018 | 15:00 WIB
Semarang, NU Online
KH Sholeh Darat tercatat sebagai ulama yang menarik untuk digali setiap lika-liku kehidupannya. Juga tentu yang sangat penting adalah karena dikenal sebagai muallif atau pengarang kitab yang produktif.
Untuk memberikan pemahaman sejarah tentang kiai kharismatik ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Jawa Tengah KH Anashom menyampaikan pesan kepada para keturuan KH Sholeh Darat. Yakni untuk dapat menulis cerita tentang sosok dari almaghfurlah Mbah Sholeh, sehingga penulisan buku biografinya bisa dilengkapi.
"Monggo, kepada para dzurriyah untuk bisa menceritakan, menulis tentang Mbah Sholeh dan dikirimkan ke Kopisoda atau PCNU Semarang," kata Anashom saat memberikan sambutan haul dan tahlil akbar KH Sholeh Darat ke-118 di kompleks pemakaman Bergota Kota Semarang, Ahad (24/6).
Sementara, Ketua Pengajian Ahad Pagi 1939, KH Muhammad Abdul Mun'im menyatakan harapannya agar masyarakat bisa lebih giat dalam mengaji. Dikatakan, mempelajari satu bab tentang ilmu agama lebih utama daripada orang yang diberikan umur 7000 tahun dan diterima amal ibadahnya.
“Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist Nabi,” kata Kiai Mun'im. Karena dengan landasan pemahaman ilmu yang jelas akan menjadikan sebuah amal ibadah itu berkualitas dan diterima oleh Allah SWT, lanjutnya.
Wakil Mudir 'Am Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thoriqah al-Mu'tabarah Annahdliyyah (Jatman), Habib Umar Muthahar dalam mauidhahnya menegaskan tentang keberkahan Mbah Sholeh sebagai seorang ulama yang luar biasa.
“Karena itulah, wajar bila kitab-kitab karangan Mbah Sholeh telah beredar hingga Suriname,” terang Habib Umar di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi kompleks pemakaman.
Haul ke-118 KH Sholeh Darat digelar dalam bentuk ziarah dan tahlil akbar yang diprakarsai PCNU Kota Semarang, Pengajian Ahad Pagi 1939, dan Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat. (Rifqi/Ibnu Nawawi)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua