Kenaikan Harga Plastik hingga 40 Persen, Bebani Pedagang dan Pembeli di Pasar Senen
NU Online · Kamis, 9 April 2026 | 14:30 WIB
Jakarta, NU Online
Naiknya harga plastik belakangan ini mulai dirasakan para pedagang kecil. Pemilik toko eceran hingga pembeli mengaku menyesuaikan stok dan biaya kemasan akibat lonjakan harga.
Harga bahan baku plastik mengalami kenaikan hingga 48 persen. Penjual plastik di Pasar Senen, Dzulkarnain menyebut kenaikan ini mulai berdampak pada pedagang kecil.
“Kenaikannya sampai 48 persen, dari sebelumnya hanya Rp36 ribu sekarang jadi Rp58 ribu," ujarnya saat ditemui NU Online, di Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/4/2026).
Ia mengatakan bahwa kenaikan harga sudah berlangsung lebih dari sebulan. Selain harga yang naik, sejumlah item plastik mulai kosong karena bahan baku yang terbatas.
“Kalau kenaikannya sudah sebulan lebih, sekitar 40 harian. Banyak item yang kosong, soalnya bahan bakunya terbatas,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa akibat kondisi tersebut, penjualan di tokonya ikut menurun sekitar 30-35 persen.
Meskipun menurun, tetapi tokonya tetap ramai pembeli. Menurutnya, itu suatu hal yang lumrah dalam jual beli, terlebih tuntutan akan suatu kebutuhan.
Sementara itu, kondisi tersebut dirasakan oleh Rida, salah satu pembeli sekaligus pemilik toko atribut keamanan, yang mengatakan bahwa stok untuk dijual kembali di tokonya kini mengalami kenaikan harga. Ia mengaku kenaikan harga mencapai 40 persen, sehingga biaya kulakan bertambah dan memengaruhi harga jual ke pelanggan.
“Naiknya lumayan, sekitar 40 persenan. Semua plastik naik, termasuk plastik hitam buat bungkus, biasanya beli Rp12 ribu, sekarang sudah Rp15 ribu," ujarnya.
Menurutnya, hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan, termasuk plastik hitam yang biasa digunakan untuk bungkus.
Ia menduga kenaikan harga dipengaruhi pasokan bahan baku dari luar negeri, termasuk kawasan Timur Tengah, yang belakangan ikut terdampak situasi global.
Rida berharap, harga plastik segera kembali stabil agar tidak menyulitkan penjualan di tingkat toko.
“Harapannya cepat turun, agar harga tetap stabil dan lebih gampang jualnya. Soalnya bingung kalau semuanya ikut naik,” pungkasnya.
Kontributor: Nisfatul Laila
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua