Ketua PCNU Pasuruan: Ansor Harus Tampil di Depan
NU Online · Sabtu, 9 Februari 2013 | 02:35 WIB
Pasuruan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan KH Halim Mahfudz mengingatkan para kader Gerakan Pemuda Ansor, tujuan didirikannya organisasi Nahdlatul Ulama oleh para ulama adalah dalam rangka ingin mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di bumi Nusantara.<>
Saat membuka Konfercab GP Ansor VII Kota Pasuruan, Kamis (7/2), ia mengatakan, saat ini ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan ajaran Aswaja. AMereka berkedok membentuk kelompok berlabel Aswaja, namun sejatinya hanya ingin menghancurkan faham ini dengan cara-cara yang tidak terpuji.
“Kita harus waspada dan hati-hati dengan kelompok ini. Karena sejatinya mereka akan menikam kita dari dalam,’’ ujar Kiai Halim Mahfud.
Tidak hanya ajaran NU yang diserang, belakangan ini tempat-tempat ibadah dan pendidikan milik NU juga banyak yang dikuasai oleh kelompok lain. Penyebabnya, memang di daerah itu jamiyah NU lemah.
“Karena Ansor dan Banser-nya tidak aktif, mereka tidak bisa berbuat banyak. Maka NU dan banomnya, khususnya Ansor dan Banser harus bangkit. Khususnya lagi di Kota Pasuruan ini,’’ tandasnya.
Ansor dan Banser-nya, sebagai garda terdepan NU, tegas kiai Halim, harus bersatu padu mempertahankan akidah ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang berani mengkoyak-koyak akidah ini.
“ Ansor dan Bansernya harus tampil kedepan. Bila ada yang berani menggoyang akidah Islam ahlussunah waljamaah ini,” tegas Kiai Halim.
Rais Syuriyah PCNU Kota Pasuruan KH Idris Hamid mengatakan, dengan adanya kepengurusan baru bagi PC Ansor Kota Pasuruan, maka roh perjuangan keluarga besar NU semakin kuat.
“Ansor Kota Pasuruan sudah lama mati suri. Karena 12 tahun SK-nya mati. Sehingga tidak bisa mengikuti Konferwil dan Kongres Ansor,’’ ujar KH Idris Hamid saat memberikan tausyiyah pada Konfercab Ansor, Kota Pasuruan.
Menurutnya, Ansor dan Banser adalah garda terdepan dari perjuangan Nahdlatul Ulama. Perjuangan Ansor tidak hanya ditingkat wacana, namun harus dapat dirasakan dan dibuktikan ditingkat lapangan.
“Ansor bisa dibilang tidak banyak caca. (cakap-red), tapi banyak bekerja. Ini khususnya anggota Banser-nya. Kami sangat banyak dibantu anggota Banser,’’ ungkap Gus Idris panggilan akrabnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Imam Kusnin
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua