Daerah

Ketua Umum Inkopsim: Pemerintah Tak Boleh Abai Bina Koperasi

NU Online  ·  Kamis, 19 Juli 2018 | 12:15 WIB

Semarang, NU Online 
Munculnya program  Kredit Ultra Mikro (KUM) merupakan  peluang  cukup baik  untuk memperkuat  posisi koperasi sekaligus  mengembangkannya. Oleh karena itu, program tersebut harus dimanfaatkan sebaik-bakinya  demi kejayaan koperasi. 

Demikian diungkapkan Ketua Umum Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsim), HM Al Khaqqoh Istifa saat menyampaikan  pengarahan pada penutupan  Silaturrahmi dan Ekonomi Fokus, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyaluran Kredit Ultar Mikro bagi Calon Koperasi Penyalur  se-Jawa Tengah. Kegiatan  dilangsungkan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Rabu (18/5).

Menurutnya,  KUM memang  dibuat  sedemikian rupa untuk  memberikan akses permodalan kepada pelaku usaha kecil guna mengembangkan usahanya.
“Namanya saja Kredit Usaha Mikro. Jadi memang didesain untuk  mengembangkan usaha  kecil yang tumbuh subur di masyarakat,” ungkapnya sebagaimana rilis  yang dikirim  kepada NU Online

Gus Khaqqoh, sapaan  akrabnya, menambahkan bahwa pemerintah dan masyarakat  tidak boleh abai untuk membina dan mengembangkan usaha kecil melalui koperasi. Sebab  usaha kecil merupakan urat nadi ekonomi masyarakat, dan tak akan mudah terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Sehingga jika usaha yang berbasis kebutuhan primer masyarakat itu stabil,  maka tentu secara nasional akan memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat.

“Di situlah pentingnya KUM sebagai program permodalan usaha kecil masyakarat,” tegasnya.

Lebih jauh ia juga mengimbau agar koperasi penyalur KUM tidak main-main dalam menerima amanah sebagai penyalur. Dalam arti koperasi harus  bekerja  secara profesional sehingga penyaluran KUM dapat dipertanggungjawabkan.

“Koperasi harus bisa menghitung dengan cermat potensi calon debitur. Tidak boleh longgar,  tapi juga boleh terlalu kaku,” urainya.

Acara tersebut selain diikuti oleh 130 perwakilan koperasi primer, juga dihadiri  Ketua Bidang Ekonomi PBNU, H Eman Suryaman dan beberapa nara sumber lain. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang