Surabaya, NU Jatim
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XXI di Banyuwangi pada 3 hingga 5 Agustus mendatang.
Selain suksesi kepemimpinan, agenda Konferwil adalah merumuskan langkah dan strategi IPNU Jatim untuk periode tiga tahun ke depan. Namun, dalam setiap Konferwil kerap lebih mengemuka soal perebutan posisi ketua.
Ahmad Wasil mengatakan, Konferwil merupakan mementum menjalin silaturahim antarkader IPNU serta konsolidasi gagasan demi merumuskan strategi merespon tantangan pelajar ke depan.
"Yang paling penting, Konferwil harus menjadi pemersatu antara kader IPNU," kata Wasil saat ditemui di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim, jalan Masjid Al-Akbar 9 Surabaya, Rabu (25/7).
Karena itu, Wasil mengajak seluruh kader agar semakin solid dalam membangun sinergi, baik di antara kader IPNU, Banom, maupun elemen di luar NU. Sebab, dalam mewujudkan cita-cita diperlukan kebersamaan yang solid.
"Tdak ada keberhasilan dari sebuah perjuangan tanpa adanya sinergi dan kebersamaan mewujudkan cita-cita yang sama," tegas Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumenep masa khidmat 2015 hingga 2017 tersebut.
Ia berharap, seluruh kader IPNU di Jatim untuk memanfaatkan Konferwil sebagai ruang konsolidasi serta pertarungan gagasan dalam menyikapi berbagai problematika serta isu di kalangan pelajar. Dengan demikian, lanjut Wasil, akan lahir gagasan brilian dari kader IPNU dari arena Konferwil.
Sebagai organisasi kader, IPNU harus mampu membaca permasalahan kaderisasi, sehingga bisa mencetak kader militan yang moderat. "IPNU adalah basis terdepan kaderisasi warga NU di tingkat pelajar. Kondisi IPNU hari ini adalah cermin masa depan NU," ungkapnya.
Yang tidak penting adalah terciptanya kader IPNU yang berdaya saing di tengah pertarungan global, terutama menghadapi revolusi industri 4.0. Sebab, revolusi industri 4.0 berimplikasi pada perubahan besar hampir pada segala aspek kehidupan. "Dan kader IPNU harus menjadi motor terdepan mengawal perubahan tersebut," jelasnya.
Dalam pandangannya, setiap periode IPNU pasti memiliki tantangan dan sekaligus prestasi. “Di masa Imam Fadli, memiliki tantangan dan prestasi. Demikian pula saat ini kala dipimpin Haikal, juga memiliki tantangan dan prestasi yang sudah dilakukan," katanya. Dan pada periode selanjutnya, IPNU memiliki sekian tantangan pula dan kader IPNU harus siap menghadapi, lanjutnya.
"Menghadapi tantangan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dengan melibatkan sejumlah kader," tegasnya.
Di akhir perbincangan, Wasil mengingatkan bahwa merawat IPNU dari semua tingkatan itu adalah bentuk amanah. “Yakni amanah yang diberikan Mbah Hasyim As'yari agar terus menciptakan generasi NU yang militan," pungkasnya.
Sejauh ini sudah muncul sejumlah kandidat ketua PW IPNU Jatim. Mereka diantaranya Ahmad Wasil (Sumenep), Choirul Mubtadi'in (Blitar), Fahrizal Mu'afi (Sidoarjo), Khoirul Imam (Kraksaan, Probolinggo), dan Moh. Yahya Muzakki dari Banyuwangi. (Hasyim/Ibnu Nawawi)