Maulid Nabi, Momentum Mewujudkan Kejayaan Umat Islam
NU Online · Rabu, 21 November 2018 | 09:00 WIB
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanggamus, Lampung, KH Amirudin Harun mengajak kepada segenap umat Islam untuk senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hidayatul Muttaqin, Landbaw, Kecamatan Gisting, Rabu (21/11).
Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar MTs Mathla’ul Anwar Landbaw ini, Kiai Amir, begitu ia biasa disapa mengulas kitab Limadza ta'akhoro muslimun, wa taqoddamu ghoirohum karya seorang ulama Lebanon, Amir Syakib Arsalan.
Dalam karyanya, Syakib Arsalan menemukan penyebab kenapa umat Islam tertinggal dibandingkan pemeluk agama lain yang maju dalam berbagai bidang seperti bidang sains, teknologi, dan peradaban lainya. Menurut Syakib, ada dua penyebab terjadinya kondisi ini.
“Yang pertama, karena umat Islam telah meninggalkan tradisi leluhur yang baik. Dan yang ke dua, karena umat Islam enggan bekerja keras atau pemalas. Dua hal tersebut yang menjadikan peradaban Islam, semenjak runtuhnya dinasti Abasiyah sampai hari ini mengalami kemunduran,” jelas Kiai Amir.
Oleh karena itu lanjut Kiai Amir, Maulid Nabi Muhammad ini harus menjadi momentum mewujudkan kecintaan umat Islam pada baginda Nabi berupa menjaga tradisi leluhur yang baik, bersungguh-sungguh dalam belajar dan bekerja agar tercapai kejayaan Islam.
"Al-Islamu ya'lu wa la yu'la alaih (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam), " Kata Kiai Amir mengutip hadits Nabi Muhammad.
Pentingnya mewarisi tradisi dari para ulama dan wali songo juga diungkapkan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gisting Roisul Anam. Ia menyampaikan bahwa maulid nabi adalah tradisi baik yang dikenalkan oleh Wali Songo dan para ulama untuk merayakan kelahiran manusia mulia.
“Perayaan maulid nabi adalah identitas Islam Nusantara. Dengan mengadakan perayaan maulid sejatinya kita sudah berupaya melestarikan tradisi para salafus solihin serta mensyiarkan pada khalayak awam bahwa perayaan maulid merupakan sebuah kesunahan,” katanya.
Dengan membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad melalui kegiatan maulid, umat Islam berharap kecintaan kepada Nabi akan bertambah dan kelak mendapat syafaatnya di hari akhir. (Abdur Rouf Hanif/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua