Yogyakarta, NU Online
Beberapa waktu lalu PWNU DIY mengumumkan bahwa NU setempat telah kehilangan 26 masjid. Sekarang, mungkin lebih dari itu.<>
Bukan hanya fisiknya saja yang hilang, non-fisiknya juga iya. Misalnya, doa qunut, puji-pujian, dan membaca bismillah sudah tidak ada lagi. Ini harusnya menjadi keprihatinan bersama bagi kita semua.
Demikian diungkapkan oleh Kiai Hasyim Turmudzi, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhlas, Jogokaryan dalam diskusi tentang pemakmuran masjid di desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, Rabu malam(8/5)
Dalam kesempatan itu juga, ia juga membeberkan cara jitu dalam menangkal orang-orang yang ingin merebut masjid NU.
“Ada cara jitu menangkal orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin merebut masjid NU. Kasih plang atau tanda Masjid NU, jadi identitasnya jelas. Pasti mereka akan takut. Hal ini sudah terbukti ketika saya dulu studi banding di daerah Kendal sana,” ungkapnya.
Prio, takmir masjid Nurul Yakin yang juga berasal dari Kendal mengamini apa yang diutarakan Kiai Hasyim. Ia bercerita, di daerahnya memang warga sangat fanatik sekali dan kuat Aswajanya.
“Disana memang sangat keras dalam hal melawan kelompok-kelompok atau mereka yang tidak sepaham dengan Aswaja,” ungkap Prio sembari mengungkapkan rencana pemasangan plang masjid Nu di daerahnya.
Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam bertempat di Masjid Nurul Yakin, desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, tersebut, merupakan hasil kerja sama antara P3M dan PCNU Bantul.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim Bangkit
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua