Probolinggo, NU Online
Pelaksanaan pemotretan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo berlangsung di tiap-tiap Ranting NU. Ratusan warga Nahdliyin dari 10 Ranting NU mendaftarkan diri sebagai peserta Kartanu.<>
Jum’at (19/4) NU Online berkesempatan memantau pelaksanaan pemotretan Kartanu yang digelar Ranting NU Desa Tempuran Kecamatan Bantaran di balai desa setempat. Pelaksanaan pemotretan Kartanu dimulai sejak pukul 07.00 hingga 17.00. Bahkan malam haripun petugas masih melayani tatkala ada warga Nahdliyin yang masih ingin melakukan pemotretan Kartanu.
Pemotretan Kartanu sendiri dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Bantaran Khoirul Ishaq beserta segenap pengurus. Tampak pula segenap pengurus Ranting NU Desa Tempuran dan Kepala Desa Tempuran Neto beserta segenap perangkat desa.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Bantaran Khoirul Ishaq kepada NU Online mengungkapkan, program pemotretan Kartanu ini diadakannya dengan tujuan untuk mengetahui dan memastikan jumlah warga Nahdliyin yang masuk dalam keanggotaan NU.
“Selain itu, sebagai warga negara yang bermartabat, kewajiban Nahdliyin untuk mendaftar sebagai anggota NU itu juga dilandasi adanya kepercayaan diri dan bangga sebagai warga NU,” ungkapnya.
Menurut Khoirul, pembuatan Kartanu ini merupakan instruksi PBNU untuk mendata jumlah anggota NU. Selain itu, ada kepercayan diri dan kebanggaan tersendiri bagi warga Nahdliyin karena menjadi anggota NU. “Karena itu kami berharap agar semua warga Nahdliyin untuk mendaftarkan diri secara resmi menjadi anggota NU dengan ikut Kartanu,” terangnya.
Respon warga Nahdliyin yang sudah mendapatkan Kartanu merasa sangat senang dan bangga karena bisa memiliki tanda tersebut, walaupun dikenakan biaya sebesar lima ribu rupiah perjiwa, mereka merasa tidak keberatan jika dibandingkan dengan manfaat Kartanu tersebut.
“Alhamdulillah, secara resmi saya sudah diakui sebagai warga NU. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa berkah,” ujar Yuyun Dewi Agustina, warga Nahdliyin Desa Tempuran asal Dusun Kapuran.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Syamsul Akbar
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
6
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
Terkini
Lihat Semua