Pergunu Aceh Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolasi Banjir Bandang Aceh Utara
NU Online · Sabtu, 3 Januari 2026 | 19:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Aceh Utara, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah pedalaman Aceh Utara yang terdampak parah banjir bandang dan longsor. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan ke sejumlah desa yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses akibat rusaknya infrastruktur pascabencana.
Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 melanda kawasan pegunungan Aceh Utara setelah hujan deras berkepanjangan mengguyur wilayah hulu. Luapan sungai yang datang secara tiba-tiba membawa lumpur, bebatuan besar, dan kayu gelondongan, menghantam permukiman warga tanpa sempat memberi banyak waktu untuk menyelamatkan harta benda.
Dampak bencana tersebut cukup signifikan. Puluhan rumah warga rusak, lahan pertanian tertimbun lumpur, ternak hanyut, serta fasilitas umum mengalami kerusakan. Hingga awal Januari 2026, sebagian desa masih tergolong terisolasi karena akses jalan dan jembatan belum sepenuhnya pulih, sehingga menyulitkan distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga.
Rombongan Pergunu Aceh berupaya menembus medan yang cukup berat demi memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan kebutuhan logistik harian yang sangat dibutuhkan warga pada masa pemulihan awal.
Dewan Penasehat Pergunu Aceh, Tgk Teuku Zulfadli yang akrab disapa Waled Landeng, Sabtu (3/1/2026) mengatakan bahwa kehadiran Pergunu Aceh di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial organisasi, khususnya dalam mendampingi masyarakat di daerah pedalaman.
"Wilayah ini tidak mudah dijangkau. Jalan rusak dan beberapa titik masih berlumpur. Namun kami berikhtiar untuk tetap hadir, agar masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ujar Waled Landeng di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan.
Ia menambahkan bahwa daerah pedalaman sering kali membutuhkan perhatian lebih karena keterbatasan akses menyebabkan distribusi bantuan tidak selalu merata. Oleh karena itu, Pergunu Aceh berkomitmen untuk menjangkau langsung masyarakat yang paling terdampak.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menguatkan semangat warga untuk bangkit kembali,” katanya.
Waled Landeng juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial terhadap korban bencana. Menurutnya, musibah alam adalah ujian bersama yang hanya dapat dihadapi dengan gotong royong dan kebersamaan.
“Kami mengajak semua pihak: lembaga, komunitas, maupun perorangan untuk terus berbagi dan peduli. Kepedulian adalah bagian dari nilai ke-NU-an yang harus terus kita hidupkan,” tuturnya.
Kehadiran rombongan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Aceh disambut hangat oleh warga setempat. Mereka mengaku bantuan yang diterima sangat membantu, terutama di tengah keterbatasan kebutuhan pokok dan sulitnya akses.
Pergunu Aceh berharap, selain bantuan darurat, proses pemulihan infrastruktur dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
"Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata komitmen Pergunu Aceh dalam merawat kepedulian, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan peran guru NU di tengah persoalan umat," kata Waled Landeng.
=========
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” di halaman beranda atau melalui laman filantropi NU di filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua