Perkuat ideologi Nahdliyin, Rutinkan Pengajian Aswaja
NU Online · Senin, 22 April 2013 | 18:49 WIB
Kudus, NU Online
Dalam rangka memperkuat ideologi Nahdliyyin, Pengurus Ranting NU desa Loram Kulon Jati Kudus mengadakan kegiatan rutin bertajuk pengajian Aswaja setiap selapan sekali.<>
Jum'at (19/4) malam kemarin, pengajian yang dikemas dialogis itu memasuki putaran keempat yang dilaksanakan di Musholla Qurrotuaini desa setempat.
Ketua PRNU Loram Kulon KH. Nurul Badri mengatakan warga NU memiliki banyak amaliyah atau tradisi, tapi banyak yang belum mengetahui dasar hukumnya. Di sisi lain, ada kelompok-kelompok yang menentang amaliyah atau tradisi yang dilakukan warga NU.
"Amaliyah yang jamak dilakukan warga NU terancam dengan dikatakan bid’ah, syirik, haram, dan lain sebagainya. Pengajian dialogis aswaja ini untuk membentengi warga NU dari gempuran idiologis kelompok lain tersebut."ujarnya kepada NU Online usai pengajian.
Dijelaskan, pengajian ini diadakan secara bergiliran tempatnya dari musholla atau masjid yang ada di desa Loram setiap selapan (40 hari) sekali. Nara sumbernya bergantian dari tokoh NU yang berkompeten,"tambahnya.
Pada putaran keempat ini, sebagai nara sumber Gus Islahul Umam yang membahas tentang amaliyah fidak. Gus Umam menerangkan amaliyah ini dilakukan dengan membaca surat al ikhlas sebanyak 100 ribu kali pada orang meninggal.
“Keutamaan membaca fidak bisa menebus dosa orang yang meninggal. Tapi dosa yang bersifat huququllah (dosa kepada Allah) bukan dosa huququl adami (dosa kepada manusia),” jelasnya.
Menurut tafsir Ibnu Katsir, terang Gus Umam, membaca fidak itu memang dasar hadisnya dla’if, lemah. Tapi untuk hal yang bersifat amaliyah atau fadilah tak masalah dijadikan dasar.
"Tapi hadis yang dlaif, tak boleh digunakan untuk menentukan hukum,” tuturnya.
Pengajian ini mendapat apresiasi dari tokoh muda NU Kudus Muhammad Aflach yang hadir malam itu. Ia berharap pengajian yang diselenggarakan ranting ini dapat berjalan konsisten dan memperkuat Aswaja di desa ini.
Selain pengurus NU, pengajian ini juga dihadiri banom-banom NU desa setempat dan masyarakat sekitar Mushola Qurratuaini.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Abdul Rochim-Qomarul Adib
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
6
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
Terkini
Lihat Semua