Daerah

Santri Bahrul Ulum Penerus Perjuangan Nahdlatul Ulama

NU Online  ·  Senin, 9 Juli 2018 | 13:30 WIB

Santri Bahrul Ulum Penerus Perjuangan Nahdlatul Ulama

Para kiai dan pimpinan lembaga di Pondok Pesantren Bahrul Ulum

Jombang, NU Online
Menyambut tahun ajaran baru, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang, KH Hasib Wahab mengajak para pendidik memperbarui niat. Niat tersebut yakni dakwah menegakkan kalimat Allah SWT dan mengabdi kepada pendiri pesantren.

"Alhamdulillah 16 unit pendidikan yang ada sekarang ini semuanya membludak siswanya,” kata Kiai Hasib, Ahad (8/7). Dan banyaknya peserta didik tersebut hendaknya menjadi ajang para pengajar dengan niat mengabdi kepada para masyayikh, lanjutnya. 

Yang juga tidak kalah penting adalah niat dakwah menegakkan kalimah Allah tanpa memperhatikan gaji dan sejenisnya. “Harus sami'na wa atha'na. Berapa pun gaji yang diperoleh pasti berkah,'' pesannya pada acara halal bi halal pengasuh, pengurus dan guru yayasan PPBU di MAN 3 Jombang. 

Kiai Hasib juga mengucapkan syukur atas banyaknya alumni yang menang pada pemilihan kepala daerah 27 Juni lalu. Seperti Hj Mundjidah Wahab yang terpilih sebagai Bupati Jombang. Serta Sutiaji, alumni MAN Tambakberas yang terpilih sebagai Wali Kota Malang.

"Dengan niat baik, maka hasilnya juga baik. Sehingga lulusan Bahrul Ulum bermanfaat bagi banyak orang. Dalam Pilkada serentak kemarin banyak alumni yang menang," tambahnya.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan PPBU KH M Wafiyul Ahdi mengatakan, pendidikan itu selalu dinamis. Karena itu pihaknya mendorong semua unit pendidikan yang ada untuk senantiasa memperbaiki manajemen.

Memperbaiki layanan seperti Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB secara daring atau online sehingga wali murid dari luar kota tidak perlu bolak-balik datang mengurus pendaftaran. “Juga meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan untuk menjawab tuntutan kalangan non pesantren,” pesannya.

Dalam pandangannya, seluruh unit harus berkembang. "Sejarah panjang perjalanan madrasah di Bahrul Ulum harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan di tiap instansi madrasah,” kata Gus Wafi, sapaan akrabnya. Peningkatan ini penting karena untuk menyambut para santri baru. Apalagi jumlah mereka mencapai tiga ribu orang, lanjutnya.

Untuk menghadapi proses perubahan menuju lebih baik, pihaknya menerapkan sistem yang lebih efektif dan efisien dengan menggunakan sistem daftar online terpadu. “Dengan harapan agar pendaftaran lebih mudah bagi para calon santri dari luar pulau Jawa dan luar negeri,” ungkapnya.

Semua perubahan tersebut diniatkan untuk berkhidmat pada lembaga pendidikan dan umat Islam. Sebab para siswa-siswi Bahrul Ulum adalah kader penerus perjuangan Nahdlatul Ulama. “Sudah banyak kesaksian para guru yang menikmati dan merasakan keberkahan dari para pendiri pesantren ini," jelas Gus Wafi.

Selanjutnya, para santri yang dididik inilah yang akan merawat tradisi Islam Nusantara yang sangat penting dan banyak manfaat serta hikmahnya bagi bangsa Indonesia.

''Dengan NU, Indonesia kembali utuh dalam ukhuwah wathaniah, ukhuwah basyariah dan ukhuwah islamiah,'' tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang