Daerah

Siswa Baru SMK Ma’arif NU Ajibarang Dibekali Wawasan Kebangsaan

NU Online  ·  Selasa, 17 Juli 2018 | 01:00 WIB

Banyumas, NU Online
Para peserta masa orientasi siswa di SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, menerima materi terkait wawasan kebangsaan. Hal ini dilakukan sebagai pembekalan awal dalam masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS, Senin (16/7).

Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Penidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi menyampaikan pentingnya pengenalan lingkungan sekolah sebagai pengalaman dasar bagi siswa dalam memulai pendidikannya. Sehingga interaksi belajar akan didapatkan dalam suasana keakraban dan menyenangkan. 

“Kegiatan MPLS menjadi sarana untuk saling mengenal satu sama lain dan lingkungan sekitar. Ibarat peserta didik adalah tamu, maka selayaknya sekolah itu melayani dan mengakomodasi,” katanya ketika menjadi pembina upacara.

Dia menambahkan, bersekolah di Ma’arif adalah pilihan tepat, mengingat kondisi zaman modern yang menuntut keseimbangan antara akhlak, kecerdasan dan keterampilan. Lembaga pendidikan Ma’arif terus berupaya untuk memenuhi tuntutan pendidikan dengan tetap mengedepankan slogan berilmu, beramal dan bertakwa.

“Kami menghimbau agar seluruh warga sekolah untuk menjalin kerjasama dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, nyaman dan penuh inovasi,” jelasnya.

Kepala SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang, Zainudin mengatakan penerimaan siswa baru tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah mereka secara keseluruhan 2272 anak, untuk kelas X tahun ini mencapai 900 anak, kelas XI dan XII masing-masing 812 dan 560 anak.  

“Kondisi ini tentu sangat menggembirakan bagi kami. Selain memang juga terus melakukan perubahan terutama pengadaan sarana dan prasarana yang memadai,” terang Zainudin di ruang kerjanya.

Dikatakan, pelaksanaan MPLS bertujuan mengenalkan dan membiasakan siswa dalam suasana lingkungan sekolah. Mereka mendapatkan materi wawasan kebangsaan dan bela negara. Sebagai penanaman karakter patriotisme para siswa sebagai calon pemimpin bangsa.

“Wawasan kebangsaan diberikan untuk membekali rasa cinta tanah air dan menjauhkan mereka dari ancaman paham radikal yang mengancam kesatuan bangsa,” pungkasnya. (Musmuallim Ma’arif/Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang