Tangkal Paham Wahabi, Ansor dan Muslimat NU Rawajitu Utara Dirikan PAUD
NU Online · Jumat, 20 Juli 2018 | 08:00 WIB
Dalam rangka membendung perkembangan paham wahabi yang saat ini terus merangsek melalui berbagai lini khususnya dari lini pendidikan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji Lampung bekerjasama dengan PAC MUslimat NU Rawajitu mendirikan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dinamai dengan PAUD TK Muslimat Al-Qudsiyyah.
Diharapkan dengan pembekalan sejak dini kepada anak-anak selaku generasi penerus bangsa sekaligus penerus amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), mampu membendung paham wahabi dan paham-paham transnasional lainnya yang terus menyebarkan pahamnya memanfaatkan pesatnya perkembangan media informasi dan teknologi saat ini.
"Karena semakin gencarnya gerakan wahabisme di daerah Kecamatan Rawajitu Utara melalui lembaga PAUD, maka mendorong kami untuk bergerak cepat mendirikan PAUD TK Muslimat guna membentengi anak-anak usia dini dari doktrin-doktrin salafi wahabi,” jelas Ketua Yayasan Pesantren Al-Qudsiyyah Sidang Gunung Tiga, Rawajitu Utara, Ustadz Ahmad Lutfi kepada NU Online, Jum’at (20/7).
Kiai Lutfi yang juga Sekretaris PAC GP ANSOR Rawajitu Utara menambahkan, selain untuk menangkal paham Wahabi, pendirian PAUD TK Muslimat tersebut adalah untuk mewujudkan anak didik yang berwawasan luas, agamis berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah, berkarakter akhlaqul karimah, kreatif, inovatif dan mandiri.
“Pendidikan anak usia dini (PAUD) ini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal,” jelasnya.
Sementara itu Ketua PAC Muslimat NU Rawajitu Utara, Junariyah berharap pula keberadaan PAUD TK Muslimat NU tersebut mampu memberikan pemahaman yang benar terhadap agama Islam sebagai modal untuk kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Junariyah mengungkapkan bahwa di beberapa PAUD TK yang berbasis Salafi di daerah tersebut, para anak didik di doktrin dengan pemahaman yang radikal dan diarahkan menjauhi amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jamaah yang sudah mengakar di masyarakat.
"Bahkan Salah satu PAUD TK yang berbasis Salafi pernah mendoktrin anak-anak didiknya bahwa makanan berkat yang diberikan saat acara Kenduri, Yasinan dan sebagainya adalah haram dan merupakan makanan setan. Astaghfirullahal adzim," ungkapnya. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua