Daerah

Ulama, Hidupnya Jadi Cahaya Wafatnya Jadi Mauidzah

NU Online  ·  Senin, 23 Juli 2018 | 08:30 WIB

Ulama, Hidupnya Jadi Cahaya Wafatnya Jadi Mauidzah

KH Sujadi, Bupati Pringsewu saat takziyah

Pringsewu, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Salah satu kiai NU Kabupaten Pringsewu, Lampung dipanggil Allah SWT. KH Edi Suparno, sosok aktivis yang mobilitasnya sangat tinggi dalam berkhidmat di NU ini wafat, Senin (23/7) sekitar pukul 04.30 pagi setelah menderita sakit mendadak dan dirawat selama 4 hari di Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

Kiai Suparno, yang juga merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Riyadlotut Tholibin Sidomukti, Pardasuka ini meninggal di umur 60 tahun. Kepergiannya mengagetkan keluarga besar NU Pringsewu karena sosok kiai tinggi besar ini tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatan sebelumnya.

"KH Edi Suparno adalah seorang aktivis, mujahid fillah. Tidak hanya di pesantren, tapi juga di bidang pendidikan, politik dan kemasyarakatan. Dimana saja ada kegiatan ke-NU-an khususnya di Kecamatan Pardasuka, beliau selalu tidak absen hadir," demikian kesaksian Bupati Pringsewu KH Sujadi saat acara prosesi pemakaman di Masjid Pondok Pesantren tersebut.

Kiai Sujadi berharap kepergian Kiai Suparno akan menjadi mauidzah hasanah bagi seluruh masyarakat khususnya keluarga pesantren dalam berjuang  dan meneruskan perjuangannya.

"Tidak satupun ucapan tindakan, amal baik KH Edi Suparno kecuali semua akan menjadi amal yang diterima Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya," harap Bupati yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu ini

Warga NU sangat kehilangan sosok yang mampu menginspirasi khususnya para pemuda untuk aktif di Jamiyyah NU. "Hidupnya ulama sebagai cahaya. Wafatnya ulama sebagai mauidzah (pesan mulia)," tandasnya. (Muhammad Faizin)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang