Humor Gus Dur: Tukang Cukur Bahas Suksesi Pemimpin
NU Online · Ahad, 31 Januari 2021 | 12:45 WIB
Patoni
Penulis
Pada suatu kesempatan ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, September 1992, Gus Dur bercerita bahwa ada seorang pemimpin yang setiap tiga bulan sekali pergi ke tukang cukur langganannya.
Setiap pemimpin itu cukur rambut, si tukang cukur selalu bertanya tentang suksesi. “Bagaimana pak suksesi, sudah ada penggantinya?” tanya tukang cukur.
”Belum,” jawab pemimpin itu lalu bicara soal lain. Tiga bulan kemudian pemimpin itu cukur lagi.
“Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya pak?” tanya tukang cukur.
“Belum,” jawab pemimpin itu dan berlanjut bicara topik lain.
Tiga bulan berikutnya terjadi dialog antara pemimpin dan tukang cukur.
“Bagaimana suksesi, sudah ada penggantinya belum?” tanya tukang cukur.
“Kamu ini bagaimana sih selalu tanya soal pengganti saya. Kamu tidak suka dengan saya tetap menjadi pemimpin ya?” jawab sang pemimpin dengan nada tinggi.
Dengan tenang tukang cukur itu menjawab, “Bukan begitu pak, kalau saya tanya bapak sudah ada penggantinya atau belum, bulu kuduk bapak berdiri. Jadi saya gampang motongnya.” (Fathoni)
*) Sumber: Tri Agus Susanto dalam Jurnal Prisma edisi 2018
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua