Humor: Ngintip Neraka Orang Jerman, AS, Rusia, dan Indonesia
NU Online · Ahad, 31 Januari 2021 | 04:30 WIB
Patoni
Penulis
Seorang warga Indonesia meninggal dan menuju ke neraka. Di sana ia mendapatkan bahwa terdapat neraka yang berbeda-beda bagi tiap negara.
Pertama ia ke neraka Jerman dan bertanya: "Kalian diapain aja di sini?"
Jawab mereka: "Pertama-tama, kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku selama satu jam lagi. Lalu, setan Jerman muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari."
Baca juga: Selimut Musim Hujan
Karena kedengarannya tidak menyenangkan, sang orang Indonesia menuju tempat lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS dan neraka Rusia, dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa ke semua neraka-neraka itu kurang-lebih mirip dengan neraka orang Jerman.
Setiap orang mendapat perlakuan serupa, disiksa di kursi listrik, dibaringkan di ranjang paku, lalu dipecut sepanjang hari. Akhirnya ia tiba di neraka Indonesia, dan melihat antrean panjang orang yang menunggu giliran ingin masuk ke sana.
Dengan tercengang ia bertanya: "Apa sih hukuman yang diberlakukan disini?"
Baca juga: Humor Gus Dur: Mirip Semar
Ia memperoleh jawaban: "Pertama-tama, ada yang mendudukkan kita di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku selama satu jam lagi.
Kemudian setan Indonesia muncul dan memecut kita selama sisa hari. Si orang Indonesia tercengang dan berkomentar: "Tapi itu persis sama dengan neraka-neraka yang lain, kan? Lantas kenapa dong begitu banyak orang ngantre pengen masuk ke sini?"
"Di sini maintenance-nya payah banget, kursi listrik pada enggak nyala, ada yang mencuri seluruh paku dari ranjang paku, dan setannya adalah mantan pegawai negeri, jadi ia cuma datang, tanda tangan absen, lalu pergi ke kantin." (Ahmad F)
Terpopuler
1
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua