Sekawanan perampok suatu sore memergoki seorang pria berdasi yang menenteng tas sedang berjalan sendirian di kawasan Senayan. Mangsa empuk telah datang, jangan sampai disia-siakan, pikir mereka.
<>
Sang pria dicegat, dan moncong senjata pun ditodongkan. “Berhenti! Serahkan semua uangmu! Cepat!!!”
Pria klimis itu gemetar, tapi masih berusaha membela diri, “Kalian jangan macam-macam. Kalian tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Saya ini anggota DPR. Pejabat wakil rakyat!!!”
“Hehe... Kalau begitu serahkan uang kami,” sahut perampok sembari menempelkan belati ke lehernya. (Mahbib)
Terpopuler
1
Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta
2
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
3
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
4
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
5
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
6
PBNU Targetkan Munas-Konbes Rampung Sebelum Harlah Januari 2027
Terkini
Lihat Semua