Ramallah, NU Online
Raja Aziz Shehadeh adalah seorang penulis beragama Nasrani yang mengungkapkan kerukunan antarumat beragama di kota Ramallah, Palestina, terutama selama bulan Ramadhan.
<>
Pada tulisannya, Raja menceritakan pengalamannya saat mengikuti jamuan berbuka bersama teman-temannya yang beragama Islam.
"Menjadi seorang Kristiani, saya tidak berkewajiban untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan, namun saya tetap merayakan Ramadhan bersama teman-teman," tulisnya sebagaimana dilansir Epicurious.com, Jumat.
Raja melewatkan makan siangnya, demi menghormati teman-teman Muslim, yang mengundangnya pada jamuan berbuka.
"Menjelang waktu berbuka, perut saya sudah mulai terasa keroncongan, hal ini membuat saya mempercepat langkah di jalanan yang sangat sepi, sehingga langkah kaki saya membuat gema di jalanan kota," katanya lagi.
Raja bercerita, sudah menjadi tradisi di Ramallah, bahwa umat Kristiani turut merayakan Ramadhan bersama umat Muslim lainnya. Hal ini tampak karena tamu-tamu yang hadir adalah campuran antara penganut Islam dan Kristen.
Menu saat Ramadhan juga dinikmati oleh teman-teman dan kerabat yang beragama Kristiani, sama seperti menu untuk perayaan hari besar umat Kristiani yang turut dinikmati pula oleh umat Muslim.
"Berbagi adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh umat-umat kedua agama ini yang hidup dengan harmonis, dan sudah terjalin selama berabad-abad di Palestina," tulis Raja.
Sama seperti menu berbuka di tempat lain, umat Muslim di Palestina juga berbuka dengan mengkonsumsi sebuah atau dua buah kurma, dan dilanjutkan dengan semangkuk kecil sup dan salad sayur.
Raja yang vegetarian itu bercerita bahwa awalnya dia takut memakan daging, lantaran menu berbuka di Palestina sarat akan kandungan daging.
"Beruntung, sang penyelenggara acara berbuka berasal dari dua daerah yang terkenal akan permen atau gulali buatan rumah, yaitu Yerusalem dan Nablus," kata dia.
Selesai ikut merayakan hidangan berbuka, Raja pun kembali pulang, dan melewati jalan yang kini jauh lebih ramai dibandingkan ketika dia melewatinya menjelang waktu berbuka.
"Masyarakat mulai banyak berkeliaran, kaum lelaki muda banyak yang terlihat sedang menikmati cerutu atau pun rokoknya. Begitu pula saya, kini dapat menikmati rokok di udara bebas, tanpa rasa cemas akan menyinggung teman-teman yang sedang menjalani ibadah puasa," demikian Raja.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua