Liburan Raja Saudi di Perancis Timbulkan Pro-Kontra Warga Lokal
NU Online · Ahad, 26 Juli 2015 | 19:04 WIB
Nice, NU Online
Raja Arab Saudi Salman dan seribu anggota rombongannya tiba pada Sabtu untuk liburan di French Riviera, tempat lebih dari 100 ribu warga telah mengajukan petisi terhadap penutupan pantai umum di luar villanya.
<>Pesawat kerajaan mendarat di bandara Nice dan raja menggunakan iring-iringan 10 kendaraan untuk meninggalkan bandara, kata prefektur lokal.
Kunjungan tiga pekan raja baru itu dan lingkaran dalamnya di villa keluarga di pinggir laut di Vallauris, tempat aktris Amerika Serikat Rita Hayworth merayakan pernikahannya dengan Pangeran Aly Khan dari Pakistan pada tahun 1949, akan menguntungkan perekonomian lokal.
Penutupan pantai publik untuk alasan privasi dan keamanan telah memicu protes dari masyarakat setempat. Sebuah petisi terhadap "privatisasi" pantai Mirandole yang terletak di bawah villa raja Arab Saudi itu telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu tanda tangan dalam seminggu.
Wali kota Vallauris juga menulis kepada Presiden Francois Hollande untuk memprotes pekerjaan tidak sah yang dilakukan oleh pihak Arab Saudi di properti itu, di mana tiang beton dituangkan langsung ke pasir untuk memasang lift.
"Kami memahami alasan keamanan dan kepentingan bangsa yang lebih besar. Tapi tidak ada yang bisa membebaskan diri dari hukum negara," tulis Wali kota Michelle Salucki.
Hotel, restoran dan toko-toko mewah di sepanjang pantai Mediterania, sebaliknya, menyambut kunjungan itu. Beberapa ratus anggota rombongan kerajaan akan tinggal di hotel di sepanjang pantai.
"Dampak ekonomi bagi kami, tetapi juga bagi restoran, sopir dan semua orang yang bekerja di vilanya, adalah nyata," kata Serge Reinhard, direktur Hotel bintang empat Montaigne di Cannes yang setengah dari kamar hotelnya telah dipesan oleh rombongan raja Arab Saudi itu.
Prancis telah memelihara hubungan baru dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab lainnya selama tiga tahun terakhir karena kebijakan tegasnya pada Iran dan sikap serupa dalam konflik di Timur Tengah, dan mulai melihat manfaat komersial dari hubungan itu. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua